Home Berita Internasional Arsitek Qatar Modern Meninggal di Usia 74 Tahun

Arsitek Qatar Modern Meninggal di Usia 74 Tahun

Sumbawanews.com,- Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, di usia 74 tahun. Kematian beliau diumumkan oleh Amiri Diwan, kantor administratif resmi Emir Qatar, yang menyebut kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi bangsa. Di bawah kepemimpinannya selama 18 tahun, Qatar bertransformasi dari negara kecil di Teluk menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi global, didorong oleh kekayaan gas alam, media independen, dan investasi strategis di pendidikan serta olahraga.

Sheikh Hamad, yang lahir di Doha pada Januari 1952 dan menempuh pendidikan militer di Sandhurst, Inggris, naik ke tampuk kekuasaan pada 27 Juni 1995 melalui kudeta damai terhadap ayahnya. Ia segera memulai reformasi menyeluruh: mengembangkan ladang gas North Field yang memicu ledakan pendapatan nasional, dengan PDB meningkat lebih dari 24 kali lipat dan PDB per kapita tumbuh enam kali lipat. Pada 1996, Qatar meluncurkan Al Jazeera, saluran berita yang mengubah lanskap media Arab, sekaligus menghapus sensor pers dan membubarkan kementerian informasi. Ia juga mendirikan Qatar Foundation pada 1995 untuk membangun sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan modern.

Di bidang politik, Sheikh Hamad memperkenalkan partisipasi publik dengan menggelar pemilihan kota pertama pada 1999, di mana perempuan pertama kali diberi hak memilih dan mencalonkan diri. Ia mendorong penyusunan konstitusi permanen yang disahkan melalui referendum pada 2003 dengan dukungan 96,6 persen suara, lalu ditetapkan pada 2004. Visi Nasional Qatar 2030 dirancang sebagai peta jalan menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Di panggung internasional, Qatar menjadi tuan rumah Piala Asia 2011 dan meraih hak menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 2022—pertama kali di Timur Tengah—serta menjadi mediator konflik di Lebanon dan Darfur.

Pada 25 Juni 2013, Sheikh Hamad menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dengan menyatakan bahwa generasi muda telah siap memikul tanggung jawab kepemimpinan. Ia kemudian menyandang gelar Amir Ayah. Warisan beliau terwujud dalam kekuatan ekonomi Qatar, institusi pendidikan dan media global, serta posisinya sebagai aktor diplomasi yang tak terbantahkan di kancah internasional.

Previous articleKredit Karbon Pertama Indonesia Diterbitkan untuk Tiga Proyek Hutan
Next articleKemenham: Penyimpangan KIP Kuliah Ancam Hak Pendidikan Mahasiswa Miskin