Sumbawanews.com,- Norwegia dan Inggris akan saling berhadapan dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 04.00 WIB. Kedua tim melaju ke babak delapan besar setelah menunjukkan performa mengejutkan di babak sebelumnya—Norwegia menaklukkan Brasil 2-1, sementara Inggris mengalahkan Meksiko 3-2. Namun, di balik semangat tinggi, keduanya sama-sama terbebani catatan sejarah buruk di fase gugur turnamen besar.
Norwegia, yang berada di peringkat 31 FIFA, mencatatkan sejarah dengan mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Tim asuhan Stale Solbakken menunjukkan serangan ganas dengan mencetak 12 gol dalam lima laga, tetapi juga kebobolan sembilan kali—statistik yang hanya pernah dicapai Jerman Barat pada 1954 sebelum akhirnya menjadi juara. Erling Haaland menjadi mesin pencetak gol dengan tujuh gol dan konversi tembakan 39 persen, tertinggi sejak Gary Lineker pada 1986. Namun, catatan historisnya suram: Norwegia belum pernah menang melawan tim Eropa di Piala Dunia, dan belum mencetak gol dalam empat pertemuan terakhir melawan Inggris.
Sementara itu, Inggris yang diperkuat Thomas Tuchel menunjukkan ketangguhan taktis meski menguasai bola hanya 33,2 persen saat menghadapi Meksiko—rekor terendah dalam sejarah Piala Dunia untuk tim yang menang. Tiga kemenangan beruntun dengan minimal dua gol dan enam kemenangan dari tujuh laga terakhir menjadi bukti kekuatan mereka. Namun, kelemahan mematikan tetap ada: lima dari enam kekalahan terakhir Inggris di fase gugur Piala Dunia justru datang dari tim Eropa, termasuk tiga kekalahan terakhir secara berurutan.
Duel ini bukan sekadar pertandingan antara dua tim yang berbeda gaya—Norwegia yang bermain ofensif dan berisiko, melawan Inggris yang bertahan rapat dan serang balik mematikan—but juga ujian sejarah. Keduanya datang dengan harapan besar, namun dibayangi oleh catatan buruk yang sama: tak mampu melewati batas Eropa di babak gugur. Di Miami, satu tim akan memutus kutukan, sementara yang lain harus menanggung beban masa lalu.















