Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui bahwa keberhasilan timnya menjadi juara Grup J di Piala Dunia 2026 memberikan keuntungan signifikan dalam hal jadwal perjalanan. Albiceleste tidak perlu menempuh perjalanan jauh antar wilayah Amerika Serikat dan Kanada seperti tim-tim lain yang finis di posisi kedua, karena sistem penempatan stadion menentukan rute perjalanan berdasarkan peringkat grup.
Scaloni menegaskan bahwa keuntungan ini murni hasil dari aturan FIFA yang mengaitkan posisi grup dengan lokasi pertandingan babak gugur, bukan karena adanya favoritisme. Ia membantah tudingan bahwa Argentina dianakemaskan oleh FIFA, menyebutnya sebagai fenomena media sosial yang membesar-besarkan isu-isu kecil. “Tidak ada yang namanya ‘bantuan’ dalam sepak bola. Dengan semua teknologi yang ada di 2026, mustahil ada kecurangan terstruktur. Aturannya jelas, dan kami hanya mengikuti aturan itu,” ujarnya.
Meski mendapat jadwal lebih ringan, Scaloni mengungkap tantangan lain yang dihadapi timnya, termasuk keterlambatan akibat masalah logistik di bandara. Ia menceritakan, suatu kali tim terjebak selama satu jam karena koper salah satu pemain dianggap terlalu berat, sehingga mereka tiba di kota tujuan pada pukul 4 atau 5 pagi. “Ketika Anda turun ke lapangan, mereka bilang itu tidak masalah. Ya, itu penting. Tentu saja penting. Anda menghabiskan seluruh waktu Anda untuk bepergian. Istirahat sangat penting,” katanya.
Argentina lolos ke perempat final setelah menang dramatis 3-2 atas Mesir, meski sempat tertinggal dua gol. Kemenangan itu memicu kontroversi dari pelatih Mesir dan sebagian pihak yang menuduh adanya bias terhadap Lionel Messi dan timnya. Namun Scaloni menolak mengaitkan hasil pertandingan dengan isu tersebut, dan tetap fokus pada persiapan menghadapi Swiss di babak berikutnya.















