Sumbawanews.com,- Microsoft mulai beralih dari model kecerdasan buatan milik OpenAI dan Anthropic ke model internal bernama MAI, sebagai upaya menekan biaya operasional yang terus meningkat. Langkah ini telah diterapkan pada sejumlah layanan inti, termasuk Excel dan Word, yang sebelumnya mengandalkan AI dari kedua perusahaan tersebut. Pada konferensi Build bulan lalu, Microsoft meluncurkan tujuh varian MAI, mencakup alat bantu pemrograman dan generator gambar dari teks. Meski demikian, perusahaan menegaskan masih menggunakan model AI dari OpenAI dan Anthropic untuk sebagian fungsinya.
Perubahan strategi ini sejalan dengan tren di industri teknologi global, di mana perusahaan seperti Amazon, Meta, Uber, dan Accenture juga mulai memangkas pengeluaran untuk layanan AI pihak ketiga. Lonjakan penggunaan AI pada awal tahun ini, yang dikenal sebagai “tokenmaxxing”, kini direspons dengan pendekatan lebih hemat biaya. Di tengah tekanan ini, sejumlah perusahaan di Silicon Valley bahkan mulai mempertimbangkan model AI buatan Tiongkok yang lebih terjangkau, meski tetap diwaspadai terkait risiko keamanan. Microsoft belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai jadwal penuh penerapan MAI di seluruh produknya.















