Sumbawanews.com,- Lionel Messi mengungkapkan perasaan lega setelah mencetak gol penentu kemenangan Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, meski sebelumnya gagal mengeksekusi penalti. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada 7 Juli 2026, berakhir 3-2 untuk Argentina, dengan Messi menjadi salah satu pahlawan setelah menyamakan kedudukan di menit ke-83, menyusul gol Cristian Romero dan penutup Enzo Fernández di injury time.
Messi, yang sempat marah setelah tendangan penaltinya dihentikan kiper Mostafa Shoubir, mengaku bahwa selebrasi gembiranya setelah mencetak gol bukan sekadar ekspresi kebahagiaan, melainkan bentuk rasa syukur atas kelegaan setelah menanggung beban kesalahan. “Saya merasa marah karena penalti yang gagal, dan saya membuat tim jadi bulan-bulanan. Tapi untungnya, Tuhan punya sesuatu yang spesial untuk saya di akhir laga,” ujar Messi, mengutip pernyataannya dari ESPN.
Kemenangan ini menjadi langkah krusial bagi Argentina untuk melangkah ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi Swiss pada 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. Dengan kemenangan ini, tim asuhan pelatih Lionel Scaloni tetap bertahan sebagai salah satu favorit juara, sementara Mesir harus pulang dengan duka, meski sempat unggul dua kali lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico.
Messi sendiri kembali menjadi pusat perhatian bukan hanya karena performanya, tetapi juga karena kejujuran emosionalnya di tengah tekanan besar. Selebrasi yang ia lakukan—merentangkan tangan ke udara sambil berlari ke sudut lapangan—menjadi simbol kebebasan dari beban kesalahan, sekaligus pengakuan bahwa dalam sepak bola, kegagalan bisa berubah menjadi kebangkitan.















