Sumbawanews.com,- Sorotan publik melanda Koperasi Desa Merah Putih setelah video viral menunjukkan bangunan itu berdiri di lokasi terpencil, seperti lereng Gunung Tanggamus dan Gunung Kendal. Namun, pemerintah setempat dan instansi terkait membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa gedung koperasi justru berada di tengah permukiman warga. Di Desa Sidokaton, Kabupaten Tanggamus, Kepala Pekon Indrio Basuki menegaskan dalam video klarifikasi bahwa bangunan tersebut tidak berada di bawah Gunung Tanggamus atau jauh dari pemukiman, melainkan di pusat wilayah Pekon Sidokaton. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bersama Mabes TNI melakukan peninjauan langsung dan menyatakan bahwa pemilihan lokasi di perbukitan merupakan bagian dari rencana pengembangan jangka panjang yang mempertimbangkan potensi ekonomi lokal. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyikapi viralnya video parodi itu sebagai masukan yang akan dievaluasi, meski menekankan bahwa bangunan di lokasi terpencil jumlahnya sangat sedikit dan tidak mewakili keseluruhan program. Pemerintah berjanji mencari solusi untuk merespons kekhawatiran masyarakat tanpa mengubah arah kebijakan yang telah direncanakan secara strategis.















