Sumbawanews.com,- FIFA menangguhkan sanksi kartu merah yang diterima Folarin Balogun dari Timnas Amerika Serikat, memungkinkan pemain berusia 25 tahun itu tampil dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, yang dijadwalkan pada 7 Juli di Seattle. Keputusan ini memicu protes keras dari pelatih Belgia, Rudi Garcia, yang menyebutnya sebagai “April Mop”, sementara Federasi Sepakbola Belgia (RBFA) resmi mengajukan banding kepada Komite Banding FIFA. Penangguhan hukuman Balogun didasarkan pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, dengan masa percobaan satu tahun, dan dikabarkan dipengaruhi oleh intervensi langsung Presiden AS Donald Trump yang menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino. RBFA dan USSF diminta menyampaikan argumen sebelum pertandingan, dan jika banding Belgia diterima, Balogun akan kembali didiskors dan tidak bisa bermain.
Balogun, yang menjadi pencetak gol terbanyak sementara Timnas AS dengan tiga gol di Piala Dunia 2026, menerima kartu merah setelah insiden dalam laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina. Meski FIFA mengizinkan Balogun bermain, komite disiplin tidak wajib merilis rincian teknis di balik keputusan penangguhan tersebut, memperdalam kontroversi di kalangan tim Belgia. Belgia menuntut kejelasan hukum, tetapi hingga saat ini, tidak ada penjelasan resmi yang dipublikasikan oleh FIFA. Pertandingan AS vs Belgia tetap berjalan sesuai jadwal, dengan status Balogun masih dalam proses hukum yang sedang ditinjau ulang.















