Home Berita Olah Raga UEFA Protes FIFA, Kartu Merah Balogun Dicabut dengan Tekanan Politik

UEFA Protes FIFA, Kartu Merah Balogun Dicabut dengan Tekanan Politik

Sumbawanews.com,- UEFA mengeluarkan pernyataan keras mengecam keputusan FIFA yang mencabut sanksi kartu merah terhadap striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga 32 besar Piala Dunia 2026. Badan sepak bola Eropa itu menilai tindakan FIFA melampaui batas, mengancam integritas kompetisi, dan menciptakan preseden berbahaya di tengah turnamen.

Dalam rilis resminya, UEFA menegaskan bahwa sanksi skorsing otomatis satu pertandingan setelah kartu merah adalah aturan baku yang tidak boleh dikecualikan, apalagi dalam situasi di mana pemain lain menjalani hukuman sesuai prosedur. FIFA dinilai telah mengabaikan prinsip keadilan dan konsistensi, dengan keputusan yang hanya bisa dipahami sebagai hasil tekanan politik. Laporan menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan pihak Gedung Putih aktif melobi FIFA, hingga Presiden Donald Trump secara terbuka merayakan keputusan itu di media sosial.

FIFA membela keputusannya dengan menyatakan bahwa penangguhan sanksi dilakukan oleh panel independen berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin, dan menyerupai kasus serupa yang pernah terjadi pada Cristiano Ronaldo. Namun, UEFA menolak argumen itu, menekankan bahwa tidak ada ruang untuk interpretasi dalam aturan yang jelas, terutama di ajang tertinggi sepak bola dunia. Balogun, yang mencetak tiga gol hingga babak 32 besar, akhirnya tetap tampil saat AS menghadapi Belgia pada 7 Juli 2026, namun keputusan itu memicu kemarahan luas di kalangan federasi sepak bola internasional.

UEFA menutup pernyataannya dengan peringatan tegas: ketika aturan tidak lagi ditegakkan secara konsisten, kepercayaan terhadap sepak bola sebagai olahraga yang adil dan transparan akan runtuh.

Previous articlePersija Jakarta Resmi Rekrut Pratama Arhan dengan Kontrak Tiga Tahun
Next articleGaji Sandy Walsh di Persib Bandung Tembus Rp869 Juta per Bulan, Melampaui Bayaran di Buriram United