Home Berita Olah Raga Persib Bandung Terancam Tak Bisa Mainkan Ragnar dan Sandy karena Sanksi FIFA

Persib Bandung Terancam Tak Bisa Mainkan Ragnar dan Sandy karena Sanksi FIFA

Sumbawanews.com,- FIFA menghentikan pendaftaran pemain baru bagi Persib Bandung hingga 4 Juli 2026, menyusul sanksi registrasi yang belum dicabut. Kedua pemain anyar, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh, yang resmi bergabung dengan klub asal Bandung itu, kini terancam tidak bisa tampil di kompetisi karena larangan ini. Sanksi berlaku sejak 29 Mei 2026 akibat kewajiban pembayaran kompensasi senilai sekitar Rp2,7 miliar kepada mantan pemain Daisuke Sato, yang hingga kini belum dilunasi. Persib dilarang mendaftarkan siapa pun ke sistem FIFA hingga sengketa kontrak itu selesai.

Meski kontrak dengan Oratmangoen dan Walsh telah ditandatangani, manajemen Persib menegaskan bahwa larangan FIFA hanya menghambat proses pendaftaran resmi ke database internasional, bukan proses negosiasi atau penandatanganan. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa klub masih bisa melatih dan mengintegrasikan pemain baru, tetapi tidak bisa memasukkan nama mereka ke sistem registrasi FIFA. Tanpa pencabutan sanksi, kedua pemain tidak akan memenuhi syarat untuk bermain di Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, maupun Piala Liga Indonesia.

Sengketa ini bermula dari pemutusan kontrak Daisuke Sato pada 2023 setelah posisinya digantikan Kevin Ray Mendoza. Sato mengajukan gugatan ke FIFA, yang awalnya memerintahkan pembayaran kompensasi lebih tinggi, namun setelah banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS), jumlahnya diturunkan. Persib belum menyelesaikan pembayaran tersebut, sehingga sanksi “until lifted” tetap berlaku tanpa batas waktu pasti. Klub kini berada di tekanan besar, mengingat musim baru akan segera dimulai dengan empat kompetisi sekaligus.

Manajemen Persib menyatakan sedang berupaya menyelesaikan masalah ini secara damai, namun belum mengumumkan jadwal pasti pembayaran atau penyelesaian hukum. Jika sanksi tidak dicabut dalam waktu dekat, rencana penguatan skuad yang telah diumumkan dengan gembar-gembor bisa berakhir tanpa dampak nyata di lapangan.

Previous articleMessi Canda Usai Dihajar Pemain Tanjung Verde, Argentina Menang 3-2
Next articleChina Perkuat Patroli di Perairan Timur Taiwan, Taiwan Tanggapi dengan Pengawasan Ketat