Sumbawanews.com,- Pasar mobil listrik di Amerika Serikat melemah, mendorong Honda mengalihkan produksi baterainya dari kendaraan ke sistem penyimpanan energi stasioner untuk pusat data. Perubahan strategi ini diumumkan tiga bulan setelah perusahaan membatalkan tiga model mobil listrik yang direncanakan untuk pasar AS. Baterai yang sebelumnya ditujukan untuk kendaraan listrik kini diproduksi di pabrik Ohio, hasil joint venture dengan LG Energy Solution, dan akan digunakan untuk mendukung infrastruktur data, bukan untuk jalan raya. Keputusan ini dipicu penurunan penjualan EV akibat pencabutan insentif pajak oleh Partai Republik pada September 2025, serta kerugian sebesar USD 15,7 miliar pada tahun fiskal 2025 yang sebagian dialokasikan untuk menyesuaikan strategi elektrifikasi. Sementara itu, pasar penyimpanan energi stasioner tumbuh 32 persen secara tahunan, dengan kapasitas terpasang mencapai 9,7 gigawatt-hour pada kuartal pertama 2026—setara dengan baterai untuk 120 ribu mobil listrik—dan diperkirakan akan melonjak menjadi 110 gigawatt-hour menjelang akhir dekade ini.















