Sumbawanews.com,- Lionel Messi, 39 tahun, akan memimpin Argentina menghadapi Cape Verde dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu, 4 Juli pukul 05.00 WIB, di Hard Rock Stadium, Miami. Pertandingan ini bukan sekadar laga eliminasi, tapi momen penuh simbolis bagi sang legenda yang kini bermain untuk Inter Miami—kota yang menjadi rumah barunya sejak 2023. Dengan enam gol dalam tiga laga fase grup, Messi memimpin daftar top skor turnamen dan menjadi tulang punggung utama tim Argentina, menyumbang 75 persen dari total gol timnya.
Stadion yang menjadi markas Inter Miami itu diprediksi akan dipenuhi suporter yang memadukan kecintaan pada sang megabintang dengan dukungan untuk tim nasional Argentina. Dengan gaya bermain yang semakin cerdas—meminimalkan lari panjang dan mengandalkan penglihatan ruang serta akurasi kaki kiri—Messi membuktikan bahwa usia bukan penghalang, melainkan bahan bakar kebijaksanaan. Sementara itu, Cape Verde, tim kecil dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa, lolos ke babak gugur berkat pertahanan disiplin dan dua clean sheet di fase grup, dipimpin oleh kiper veteran Vozinha.
Pelatih Cape Verde, Bubista, secara terbuka menyebut pertandingan ini sebagai kehormatan besar, sekaligus motivasi untuk menghentikan legenda. Strategi low-block yang mereka andalkan akan menjadi ujian taktis terberat bagi lini serang Argentina. Untuk membongkar benteng itu, Lionel Scaloni mengandalkan gelandang seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernández sebagai penghubung dan pelindung Messi, membebaskannya untuk berkonsentrasi di area kotak penalti.
Meski Argentina diunggulkan secara materi, sejarah Piala Dunia selalu menyimpan kejutan bagi tim yang meremehkan lawan. Di panggung Miami, di bawah sorotan dunia, pertanyaannya bukan apakah Messi akan tampil, tapi seberapa lama dansa senjanya mampu mengalahkan tembok kecil dari kepulauan Afrika.















