Sumbawanews.com,- Media Vietnam, Thanh Nien, menyatakan bahwa meski Timnas Indonesia telah memperkuat skuadnya dengan sejumlah pemain naturalisasi berkaliber Eropa, tim Garuda masih belum mampu menyamai tingkat kualitas dan konsistensi Timnas Vietnam jelang Piala AFF 2026. Kritik ini muncul di tengah upaya PSSI membangun tim melalui program naturalisasi yang intensif dalam beberapa tahun terakhir.
Vietnam menilai, meski Indonesia memiliki pemain-pemain dengan latar belakang kompetisi top Eropa, fondasi tim mereka masih kalah solid dibandingkan skuad asuhan pelatih Kim Sang-sik. Menurut laporan Thanh Nien, Vietnam tidak hanya mengandalkan naturalisasi, tetapi juga memiliki sistem pembinaan berkelanjutan yang menghasilkan kualitas pemain seragam di semua lini, mulai dari level usia muda hingga tim utama. Hal ini, kata media tersebut, menjadi alasan utama mengapa Vietnam tetap menjadi kekuatan terdepan di Asia Tenggara.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap optimisme di Indonesia yang melihat kehadiran pemain seperti Sandy Walsh, Luke Vickery, dan Mitchell Baker sebagai kunci peningkatan performa. Namun, Thanh Nien menekankan bahwa pencapaian Vietnam — termasuk gelar di berbagai ajang usia muda dan stabilitas hasil di turnamen regional — belum pernah dicapai oleh negara mana pun di kawasan, termasuk Indonesia.
Pertemuan antara Indonesia dan Vietnam di Grup A Piala AFF 2026 diprediksi menjadi laga paling menentukan. Kedua tim akan bertemu pada 3 Agustus 2026, setelah sebelumnya Indonesia menghadapi Kamboja pada 27 Juli dan Timor Leste pada 31 Juli. Laga penutup fase grup akan melawan Singapura pada 7 Agustus. Dengan tegangan politik dan psikologis yang meningkat, duel ini bukan sekadar soal poin, tapi juga soal harga diri kebanggaan sepak bola Asia Tenggara.















