Sumbawanews.com,- Kapten timnas Inggris, Harry Kane, mencetak brace pada menit ke-75 dan ke-86, membalikkan keunggulan awal Republik Demokratik Kongo dan membawa The Three Lions menang 2-1 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Jalisco, Guadalajara. Kemenangan ini mengamankan tiket Inggris ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Meksiko.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. RD Kongo tampil agresif dan berhasil memimpin lebih dahulu melalui gol Brian Cipenga pada menit ketujuh. Pertahanan Inggris sempat goyah, sementara serangan mereka terhambat oleh disiplin pertahanan lawan yang bermain dengan semangat juang tinggi. Kiper RD Kongo pun tampil gemilang, melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang membuat The Three Lions kesulitan mencetak gol di babak pertama.
Baru pada awal babak kedua, Inggris mulai mengambil alih kendali permainan. Tekanan berkelanjutan memaksa RD Kongo mundur ke pertahanan, dan pada menit ke-75, Kane memanfaatkan umpan terobosan dari Phil Foden untuk menyamakan kedudukan. Tiga belas menit berselang, ia kembali menjadi pahlawan—mengambil umpan lambung dari Kyle Walker, menghindari dua pemain belakang, lalu melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang.
Usai pertandingan, Kane menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hasil kerja satu orang. “Siapa pun bisa menjadi pahlawan. Hari ini giliran saya, tapi semua pemain di sini siap tampil saat dibutuhkan. Kami berbicara sepanjang minggu: tetap jadi diri sendiri, percaya pada permainan, dan tidak panik,” ujarnya dalam sesi wawancara usai laga, seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Pelatih Thomas Tuchel juga memuji ketahanan mental timnya. “Kami diuji. Lawan tangguh, suasana panas, dan tekanan besar. Tapi tim ini menunjukkan karakter. Ini bukan pertandingan indah, tapi pertandingan yang menentukan—dan kami menang,” katanya.
Kane, yang kini berusia 32 tahun, tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga sosok pemimpin yang menenangkan rekan-rekannya di saat kritis. Gol-golnya tidak hanya memastikan melaju ke babak berikutnya, tetapi juga memperkuat citranya sebagai ujung tombak andalan Inggris di tengah ambisi merebut gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966.
Dengan kemenangan ini, Inggris menjadi salah satu tim yang masih belum terkalahkan di fase gugur. Sementara itu, RD Kongo, meski kalah, menunjukkan kemajuan signifikan—menjadi tim Afrika pertama yang mampu menahan Inggris hingga menit ke-86 dalam sejarah Piala Dunia.















