Home Berita Olah Raga Fans Maroko Rusuh di Den Haag Usai Kalahkan Belanda, Sejumlah Orang Ditangkap

Fans Maroko Rusuh di Den Haag Usai Kalahkan Belanda, Sejumlah Orang Ditangkap

Sumbawanews.com,- Ribuan pendukung Maroko memicu kerusuhan di Den Haag, Belanda, pada Rabu pagi (1/7/2026), usai tim nasional mereka menaklukkan Belanda lewat adu penalti 3-2 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026. Kerumunan besar yang memadati persimpangan jalan di distrik Schilderswijk, salah satu pusat komunitas keturunan Maroko terbesar di Belanda, berubah menjadi kekacauan saat sebagian fans menyerang petugas kepolisian, melemparkan petasan, batu, dan menyalakan kembang api besar.

Perayaan yang awalnya penuh semangat—dengan ribuan orang menari di jalanan, mengibarkan bendera Maroko, dan bahkan naik ke atap mobil yang lewat—berubah menjadi bentrokan ketika polisi anti huru-hara turun tangan. Petugas menggunakan meriam air dan pentungan untuk membubarkan kerumunan yang semakin tidak terkendali. Beberapa individu berhasil ditangkap atas dugaan kekerasan terbuka, menurut pernyataan resmi kepolisian Den Haag yang dikutip dari AP News.

Laga yang berlangsung di Estadio Monterrey pada Selasa (30/6) pagi WIB berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit, sebelum tim Singa Atlas unggul 3-2 dalam adu penalti. Kemenangan ini membawa Maroko melaju ke babak 16 besar, sekaligus menjadi kejutan besar di turnamen yang dianggap didominasi oleh kekuatan tradisional Eropa dan Amerika Latin.

Den Haag, dengan sekitar 32 ribu warga keturunan Maroko—sekitar 6 persen dari total populasi kota—telah lama menjadi jantung budaya Maroko-Belanda. Banyak dari mereka adalah keturunan pekerja migran yang tiba pada 1969 berdasarkan perjanjian tenaga kerja bilateral antara kedua negara. Kemenangan tim nasional Maroko bukan sekadar prestasi olahraga, tapi juga simbol identitas dan kebanggaan bagi komunitas ini.

Namun, ekspresi kegembiraan yang melampaui batas mengingatkan betapa rentannya perayaan besar di tengah ketegangan sosial. Meski sebagian besar perayaan berjalan damai, aksi sekelompok kecil yang merusak ketertiban publik memicu respons tegas aparat keamanan.

Maroko kini bersiap menghadapi Kanada di babak 16 besar, sementara Belanda harus menerima kekalahan telak di luar lapangan—bukan hanya dalam statistik pertandingan, tapi juga dalam citra sebagai tuan rumah yang gagal menjaga ketertiban.

Previous articlePrabowo Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Next articlePiala Dunia 2026 Ditunda untuk Pertama Kalinya karena Cuaca Ekstrem