Sumbawanews.com,- Setelah empat bulan digunakan sebagai ponsel utama, Samsung Galaxy S26 Ultra membuktikan bahwa tidak semua fitur Galaxy AI sekadar pameran teknologi. Di antara beragam inovasi berbasis kecerdasan buatan, hanya beberapa yang benar-benar menyentuh kebutuhan sehari-hariādan tiga di antaranya berubah menjadi alat tak tergantikan bagi pengguna profesional.
Diluncurkan pada 26 Februari 2026 dan tersedia di Indonesia sejak Maret, S26 Ultra mengusung Galaxy AI generasi ketiga yang dirancang untuk bekerja proaktif. Dalam pengujian intensif oleh jurnalis dan kreator konten, tiga fitur muncul sebagai pemenang: Now Nudge, Circle to Search 3.0, dan Photo Assist.
Now Nudge, fitur berbasis intent yang memanfaatkan NPU on-device, menjadi penolong tersembunyi dalam rutinitas kerja. Fitur ini secara cerdas mengenali konteks layar dan menawarkan aksi langsung di atas keyboard tanpa perlu beralih aplikasi. Saat menerima alamat melalui WhatsApp atau Google Messages, Now Nudge langsung menampilkan tombol buka di Google Mapsāmenghilangkan langkah copy-paste yang membosankan. Dalam mode Autofill Nudge, ia mampu mengisi formulir kehadiran, data pribadi, hingga informasi paspor hanya dengan memindai kode QR. Meski masih terbatas pada 13 bahasaādan bahasa Indonesia belum termasuk hingga Juni 2026ākemampuannya dalam mengurangi fraksi waktu harian membuatnya layak dijadikan andalan.
Circle to Search 3.0 melangkah jauh dari versi sebelumnya. Kini, pengguna bisa melingkari lebih dari satu objek dalam gambar sekaligusāmisalnya jaket dan sepatu dalam foto produkādan mendapatkan hasil pencarian terkait keduanya dalam satu gerakan. Fitur Scroll and Translate juga menjadi penyelamat saat membaca menu restoran atau petunjuk jalan berbahasa asing: teks diterjemahkan secara berkelanjutan tanpa perlu mengulang proses. Sementara fitur Try On yang memungkinkan mencoba pakaian virtual lewat foto pribadi masih terasa lebih seperti demonstrasi daripada kebutuhan, kemampuan multi-object recognition dan translasi otomatis telah membuktikan nilai praktisnya, terutama dalam liputan lapangan.
Photo Assist menjadi puncak kreativitas berbasis AI. Dengan antarmuka berbasis bahasa alami, pengguna cukup mengucapkan perintah seperti āhapus orang di latar belakangā, āubah suasana siang jadi malamā, atau āganti baju dengan yang ada di foto iniāādan hasilnya muncul dalam hitungan detik. Fitur ini mendukung 41 bahasa, termasuk Indonesia, dan sangat cocok bagi kreator konten yang ingin mempercepat proses editing tanpa bergantung pada menu teknis yang rumit. Namun, pengguna tetap disarankan memeriksa ulang detail halus seperti tekstur pakaian atau ekspresi wajah, karena AI masih bisa menghasilkan artefak tak terduga.
Fitur Automated App Action, meski menjanjikan tugas lintas aplikasi dengan satu perintah suara, masih terasa belum matang. Untuk tugas sederhana seperti mencari rute tercepat dari kantor ke lokasi acara, ia bekerja cukup baik. Namun, untuk instruksi kompleks, pengguna masih perlu memberi petunjuk sangat spesifikāmenunjukkan bahwa integrasi ekosistem aplikasi pihak ketiga belum sepenuhnya terjalin.
Dibandingkan generasi sebelumnya, S26 Ultra menunjukkan kemajuan signifikan dalam kematangan AI. Jika S24 Ultra dan S25 Ultra masih dalam fase eksperimen, S26 Ultra adalah versi yang benar-benar siap dipakai. Bagi pengguna yang bergantung pada multitasking, kecepatan kerja, dan efisiensi, tiga fitur unggulan ini bukan lagi sekadar tambahanāmereka adalah bagian tak terpisahkan dari alur kerja harian.
Galaxy S26 Ultra tersedia di Indonesia mulai Rp24.499.000 untuk varian 12GB+256GB.















