Home Berita Olah Raga Belanda dan Jepang Gagal, Ramalan Ekonom Jerman Punah di Piala Dunia 2026

Belanda dan Jepang Gagal, Ramalan Ekonom Jerman Punah di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Prediksi jitu Joachim Klement, ekonom dan matematikawan Jerman yang selama tiga Piala Dunia berturut-turut tepat menebak juara—mulai dari Jerman 2014, Prancis 2018, hingga Argentina 2022—akhirnya runtuh dalam satu hari yang mengejutkan. Pada Selasa, 30 Juni 2026, kedua tim yang ia jadikan andalan, Belanda dan Jepang, sama-sama tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026, memutus rekor sempurna sang ahli statistik.

Klement sebelumnya memprediksi Belanda sebagai salah satu kandidat kuat juara, dengan alasan kekuatan taktis dan kedalaman skuad. Namun, De Oranje harus menyerah 1-2 dalam adu penalti melawan Maroko di NRG Stadium, Houston, setelah laga berakhir imbang 1-1 hingga extra time. Kekalahan itu mengakhiri ambisi Belanda untuk melangkah ke babak 16 besar, sekaligus menggagalkan prediksi Klement yang menganggap tim asal Eropa itu sebagai salah satu favorit.

Sementara itu, ramalan Klement tentang Jepang justru lebih spektakuler—dan lebih tragis. Ia meyakini bahwa Samurai Biru akan mengalahkan Brasil, yang menurutnya tengah mengalami masa kejatuhan. Ia menilai kekompakan tim Jepang dan disiplin taktisnya akan mampu mengalahkan kekuatan individual para bintang Brasil. Namun, di lapangan, realitas berbicara lain.

Di pertandingan yang sama di Houston, Jepang sempat unggul 1-0 lewat gol Kaishu Sano pada menit ke-29. Tapi Brasil bangkit dengan gemilang. Casemiro menyamakan kedudukan di menit ke-56, sebelum Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan di injury time, menit ke-90+6, mengubah skor menjadi 2-1. Kekalahan ini bukan hanya menghancurkan harapan Jepang, tetapi juga menggugurkan seluruh analisis statistik Klement yang mengandalkan tren performa dan data historis.

Kekalahan Jepang berdampak lebih dalam: pelatih Hajime Moriyasu dikabarkan segera dipecat, sementara kekalahan Belanda menandai akhir era kejayaan tim yang pernah menjadi raksasa sepak bola dunia. Dengan tersingkirnya kedua tim, prediksi Klement—yang pernah dianggap sebagai “algoritma tak terkalahkan” di dunia sepak bola—resmi berakhir.

Piala Dunia 2026 kini memasuki babak 16 besar tanpa kehadiran Belanda dan Jepang, dua tim yang pernah menjadi andalan prediksi sang ekonom. Dan untuk pertama kalinya sejak 2014, tidak ada satu pun tim yang ia pilih sebagai juara masih bertahan di turnamen. Ramalan yang dulu dianggap sebagai keajaiban statistik kini menjadi legenda yang berakhir dengan keheningan.

Previous articleMaroko Kalahkan Belanda lewat Adu Penalti, Melangkah ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Next articleLionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Pesaing Gugur