Sumbawanews.com,- Timnas Jerman terus mengalami masalah bertahan sejak kemenangan epiknya atas Argentina di final Piala Dunia 2014. Dalam 10 laga beruntun di turnamen dunia sejak itu, gawang mereka tak pernah lagi mencatatkan clean sheet—dan kegagalan itu berpuncak pada kekalahan memilukan dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Di Boston Stadium, Selasa (30/6) pagi WIB, Jerman harus menelan kekalahan setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu. Julio Enciso membuka keunggulan Paraguay, sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan di masa extra time, sehingga laga berlanjut ke adu penalti.
Dalam drama adu penalti, Paraguay unggul 4-3, mengakhiri mimpi Jerman di turnamen ini sekaligus menghentikan rekor sempurna mereka dalam adu penalti Piala Dunia—yang sebelumnya tak pernah kalah dalam tujuh kesempatan.
Kekalahan ini memperpanjang tren suram Jerman sejak menjadi juara dunia. Mereka gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022, dan baru kembali ke babak gugur pada 2026—hanya untuk tersingkir di ronde pertama. Dalam tiga edisi terakhir, Jerman kebobolan di setiap pertandingan: 0-1 vs Meksiko, 1-2 vs Jepang, 1-2 vs Ekuador, hingga 1-1 vs Paraguay.
Rekor buruk ini mencerminkan krisis konsistensi di lini belakang. Manuel Neuer, yang kembali dari masa pensiun sementara, menjadi saksi bisu kegagalan bertahan timnya. Dari 10 laga terakhir di Piala Dunia, Jerman tak pernah menutup gawangnya—baik melawan tim besar maupun underdog.
Dengan tersingkirnya tim berjuluk Die Mannschaft, harapan fans Jerman untuk meraih gelar kelima pun kembali tertunda. Sementara itu, Paraguay, yang sebelumnya dianggap sebagai tim underdog, berhasil mencatatkan sejarah dengan mengalahkan raksasa Eropa di babak gugur—dan mengakhiri malapetaka bertahan Jerman yang telah berlangsung selama 12 tahun.















