Home Berita Olah Raga Sandy Walsh Berpotensi Jadi Pemain Termahal Persib Jika Resmi Bergabung

Sandy Walsh Berpotensi Jadi Pemain Termahal Persib Jika Resmi Bergabung

Sumbawanews.com,- Bek sayap Timnas Indonesia Sandy Walsh berpotensi menjadi pemain termahal dalam sejarah Super League jika resmi bergabung dengan Persib Bandung musim depan. Meski hingga kini masih berstatus rumor, nilai pasar pemain kelahiran Brussels, Belgia, yang mencapai Rp10,43 miliar menurut Transfermarkt, membuatnya masuk dalam jajaran lima besar pemain termahal kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Saat ini, Sandy masih terikat kontrak dengan Buriram United, juara Liga Thailand, hingga Juni 2028. Persib, yang baru saja merekrut Gabriel Mutombo dari Ratchaburi FC, tengah memperkuat lini sayap setelah melepas sejumlah pemain seperti Zalnando, Robi Darwis, Layvin Kurzawa, dan Rezaldi Hehanussa. Kebutuhan akan pemain berkualitas di posisi tersebut membuat nama Sandy menjadi sorotan utama.

Jika transfer terwujud, Sandy akan menggeser dua pemain asing Bali United—Teppei Yachida dan Thijmen Goppel—dalam daftar pemain termahal. Namun, ia masih berada di bawah empat nama lain: Rizky Ridho dan Juan Villa (masing-masing Rp11,30 miliar), Mariano Peralta (Rp13,40 miliar), dan Thom Haye (Rp15,64 miliar). Dengan demikian, Sandy akan menjadi pemain Persib kedua yang masuk lima besar, menyusul Thom Haye, rekan satu timnya di tim nasional.

Persib diprediksi harus membayar kompensasi signifikan kepada Buriram United untuk melepaskan Sandy sebelum masa kontraknya berakhir. Meski demikian, kehadirannya di Maung Bandung tidak hanya soal harga, tapi juga pengalaman internasional dan kecepatan yang bisa memperkuat serangan tim asuhan Igor Tolic di musim mendatang.

Sandy, yang telah tampil 15 kali untuk Timnas Indonesia sejak 2023, dikenal sebagai pemain lincah di sisi kanan pertahanan, sekaligus mampu memberikan umpan krusial dan mencetak gol. Kombinasi antara kualitas teknis, pengalaman di liga top Asia, dan popularitasnya di kalangan bobotoh membuatnya menjadi target ideal—meski tantangan finansial dan regulasi transfer tetap menjadi hambatan utama.

Previous articlePrancis Hadapi Ujian Pertama di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleBrasil Balas Arogansi Jepang dengan Lima Piala Dunia