Home Berita Olah Raga Jerman Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Catat Rekor Memalukan

Jerman Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Catat Rekor Memalukan

Sumbawanews.com,- Timnas Jerman resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah dalam adu penalti 3-4 dari Paraguay di Gillette Stadium, Foxborough, pada Selasa, 30 Juni 2026. Kekalahan ini bukan hanya menghentikan ambisi Der Panzer untuk melangkah lebih jauh, tetapi juga mengukir catatan suram dalam sejarah turnamen: mereka menjadi tim ketiga dengan penguasaan bola tertinggi yang gagal lolos dari fase gugur.

Dalam laga yang berlangsung seru dan penuh kejutan, Paraguay membuka skor lebih dulu melalui Julio Enciso di menit ke-42, menyambut umpan silang Matias Galarza dengan sundulan tajam. Jerman yang menguasai dominasi permainan baru menyamakan kedudukan di menit ke-54 lewat kepala Kai Havertz dari umpan Florian Wirtz. Skor 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal, lalu melewati perpanjangan waktu tanpa gol tambahan.

Kemungkinan kemenangan Jerman nyaris terwujud ketika Jonathan Tah mencetak gol di masa extra time, tetapi wasit menggagalkannya lewat keputusan VAR—pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, dinilai jelas. Gill pun menjadi pahlawan saat adu penalti: ia sukses menggagalkan tembakan Kai Havertz dan Nick Woltemade. Yang menentukan, penendang keenam Jerman, Jonathan Tah, justru menembakkan bola melambung di atas gawang, memberi kesempatan bagi Jose Canale untuk menuntaskan kemenangan Paraguay dengan tembakan tenang.

Statistik Opta menunjukkan Jerman menguasai bola sebanyak 75,4 persen—angka tertinggi ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang gagal lolos dari babak gugur. Hanya Spanyol yang pernah menguasai lebih banyak bola saat tersingkir: 79,3 persen saat dikalahkan Rusia di 2018, dan 76,8 persen saat dikalahkan Maroko di 2022.

Kegagalan ini memperpanjang tren buruk Jerman sejak gelar juara 2014. Mereka tidak pernah melampaui babak 32 besar dalam tiga turnamen terakhir: gagal dari fase grup pada 2018 dan 2022, dan kini kembali tersingkir di fase yang sama meski format Piala Dunia telah diperluas menjadi 48 tim. Julian Nagelsmann dan timnya pun harus menghadapi kritik tajam atas konsistensi performa yang jauh dari ekspektasi.

Sementara itu, Paraguay melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga Prancis melawan Swedia. Kemenangan ini menjadi kejutan besar bagi tim yang dianggap sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dari fase grup, sekaligus bukti bahwa sepak bola tetap tak bisa diprediksi—bahkan saat satu tim menguasai hampir seluruh permainan.

Previous articleRemehkan Brasil, Kento Shiogai Jadi Sorotan Usai Jepang Tumbang
Next articleOrlando Gill, Sang Penjaga Gawang yang Menghentikan Jerman di Piala Dunia 2026