Home Serba Serbi Tekno OpenAI Rekrut Pemimpin Apple Vision Pro untuk Bangun Perangkat AI

OpenAI Rekrut Pemimpin Apple Vision Pro untuk Bangun Perangkat AI

Sumbawanews.com,- OpenAI resmi menggaet Paul Meade, sosok kunci di balik pengembangan Apple Vision Pro dan proyek smart glasses Apple, untuk memimpin unit hardware barunya. Keputusan ini, yang diumumkan pada 29 Juni 2026, menandai langkah strategis perusahaan kecerdasan buatan tersebut untuk melangkah dari model perangkat lunak menuju ekosistem perangkat keras berbasis AI.

Meade, yang telah berkontribusi besar dalam merancang hardware Vision Pro sejak bergabung dengan Apple pada 2017, akan meninggalkan posisinya di perusahaan teknologi asal Cupertino untuk bergabung dengan tim hardware OpenAI. Sebelumnya, ia pernah memimpin pengembangan iPad dan iPhone di era awal kebangkitan smartphone, menjadikannya salah satu insinyur paling berpengalaman dalam desain produk konsumer global.

Laporan dari Bloomberg menyebut bahwa tanggung jawab Meade di Apple akan dialihkan kepada Fletcher Rothkopf, deputi setianya yang telah lama terlibat dalam proyek Vision Pro. Perpindahan ini terjadi di tengah restrukturisasi besar-besaran di divisi hardware Apple, di mana Johny Srouji kini memperkuat perannya sebagai chief hardware officer.

Bagi OpenAI, rekrutmen ini bukan sekadar penambahan talenta—tapi sinyal jelas bahwa perusahaan ingin membawa AI keluar dari layar dan memasukkannya ke dalam benda fisik yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, OpenAI juga telah menarik Evans Hankey, mantan pemimpin desain Apple setelah kepergian Jony Ive, ke tim yang sama. Kombinasi antara Meade, Hankey, dan tim riset AI di bawah Sam Altman diprediksi akan menghasilkan perangkat baru yang menggabungkan kecerdasan buatan canggih dengan desain ergonomis dan intuitif.

Sementara Apple terus berjuang memperkuat posisi Vision Pro di pasar headset realitas campuran, OpenAI justru memanfaatkan kepergian para insinyur kunci untuk membangun fondasi baru: perangkat AI yang tidak hanya mampu berpikir, tetapi juga hadir secara fisik sebagai asisten pribadi yang tak terlihat namun tak tergantikan.

Belum ada rincian teknis mengenai bentuk perangkat pertama OpenAI, tetapi kehadiran Meade—yang memahami secara mendalam tantangan keseimbangan antara daya tahan baterai, sensor presisi, dan pengalaman pengguna tanpa hambatan—membuat proyek ini menjadi salah satu yang paling dinanti di industri teknologi tahun ini. Dengan kekuatan model seperti GPT-5 dan kemampuan hardware yang dipimpin oleh mantan arsitek Vision Pro, OpenAI tampaknya siap menantang dominasi Apple di era perangkat AI wearable.

Previous articleLawan Brasil, Jepang Siapkan Rencana Adu Penalti Sejak Awal
Next articleBRIN Uji Coba Beragam Drone Nasional di Bogor