Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Bandarlampung optimistis Kelurahan Gedong Air akan menjadi đại diện provinsi Lampung dalam ajang Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Kepercayaan ini berakar pada keberhasilan kelurahan ini dalam memadukan keberagaman budaya, solidaritas sosial, dan kekuatan ekonomi lokal.
Di bawah naungan Kecamatan Tanjungkarang Barat, Gedong Air menjadi satu-satunya kelurahan yang mewakili Bandarlampung di tingkat provinsi setelah melewati seleksi ketat. Pemkot menilai, keunggulan terbesar kelurahan ini terletak pada kemampuannya menjaga harmoni antar-etnis—dengan komunitas Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan lainnya hidup berdampingan secara damai, tanpa konflik berarti. Nilai gotong royong yang masih kental menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan sosial dan pemerintahan di tingkat RT dan RW.
Budaya lokal pun tetap hidup. Kelompok seni seperti karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional rutin menggelar pagelaran, tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga alat pelestarian identitas. Hal ini memperkuat penilaian tim juri yang menekankan aspek kearifan lokal dalam lomba kelurahan.
Dari sisi ekonomi, Gedong Air menunjukkan dinamisme yang langka di tingkat kelurahan. Sejumlah UMKM bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan jasa, yang didukung oleh Koperasi Merah Putih—sebuah lembaga ekonomi rakyat yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan. Kelurahan ini juga menjadi garda depan dalam implementasi program pemerintah, termasuk penyediaan bahan pangan untuk Program Makanan Bergizi Gratis, yang menunjukkan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan berbasis partisipatif.
Wali Kota Bandarlampung menyatakan, keberhasilan Gedong Air bukan kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan pemerintah yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat secara holistik. “Kami yakin tim penilai akan memilih Gedong Air sebagai wakil Lampung menuju tingkat nasional,” ujar perwakilan Pemkot dalam pernyataan resmi, Jumat, 27 Juni 2026.
Dengan kombinasi unik antara toleransi sosial, keberlanjutan budaya, dan kekuatan ekonomi mikro, Kelurahan Gedong Air bukan sekadar peserta lomba—ia menjadi contoh nyata bagaimana pemerintahan tingkat bawah dapat menjadi mesin pemersatu sekaligus pendorong kemajuan. Jika terpilih, ia akan membawa nama Lampung ke pentas nasional dengan narasi yang tak hanya tentang administrasi, tapi tentang kehidupan yang benar-benar manusiawi.















