Home Berita Olah Raga Mees Hilgers Mangkir Latihan, FC Twente Siap Tindak Tegas

Mees Hilgers Mangkir Latihan, FC Twente Siap Tindak Tegas

Sumbawanews.com,- Bek tim nasional Indonesia, Mees Hilgers, terancam dijatuhi sanksi disiplin berat oleh FC Twente setelah tidak hadir dalam sesi latihan tim selama beberapa hari berturut-turut. Pemain berusia 25 tahun itu diketahui tengah menjalani program pemulihan cedera lutut di Amsterdam, namun keberadaannya justru terlihat mengenakan perlengkapan latihan Feyenoord—sebuah tindakan yang memperburuk situasi dan memicu kekhawatiran serius dari manajemen klub asal Belanda tersebut.

Meski sedang dalam masa pemulihan, Hilgers tetap terikat kontrak resmi dengan FC Twente hingga Juni 2027. Kontraknya yang semestinya berakhir pada Mei 2026 secara otomatis diperpanjang satu tahun berdasarkan klausul perpanjangan implisit dalam perjanjian kerja kolektif sepak bola Belanda (FBO). Dengan demikian, kewajiban fisik dan administratifnya sebagai pemain tetap berlaku, termasuk kehadiran dalam semua agenda latihan tim.

FBO, organisasi yang mengatur hubungan kerja pemain profesional di Belanda, menegaskan bahwa tidak ada ruang hukum bagi pemain untuk mengabaikan kewajiban ini hanya karena alasan pemulihan atau keinginan pribadi. “Secara hukum, pemain tidak berada dalam posisi yang kuat jika memilih menghindari kewajiban kerja. Ini bukan kasus pertama, tapi selalu berakhir dengan konsekuensi serius jika tidak segera diselesaikan,” ujar perwakilan FBO kepada media, mengacu pada praktik umum di liga profesional Eropa.

Klub pun kini mempertimbangkan sejumlah langkah tegas: mulai dari pemotongan gaji, denda finansial, hingga pemecatan jika tindakan Hilgers dianggap sebagai pelanggaran kontrak yang melampaui batas. Sanksi olahraga juga bisa diberikan, termasuk larangan bermain di kompetisi resmi selama periode tertentu.

Ketidakhadiran Hilgers semakin memperuncing spekulasi bahwa ia tengah mempersiapkan pindah ke Feyenoord, salah satu raksasa Eredivisie yang dikabarkan tertarik padanya. Namun, hingga kini, belum ada permintaan resmi atau negosiasi formal antara pihak ketiga dan FC Twente. Dengan demikian, status hukumnya tetap berada di bawah kendali klub saat ini.

Situasi ini juga menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Hilgers terhadap Timnas Indonesia, yang baru saja memulai persiapan intensif menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebagai salah satu pilar pertahanan tim Garuda di level internasional, kehadirannya di lapangan sangat diharapkan—terutama mengingat minimnya pilihan bek kiri berkualitas tinggi dari luar negeri.

Sementara itu, agen dan keluarga Hilgers belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber di dalam lingkaran klub mengatakan bahwa manajemen FC Twente telah mengirimkan surat peringatan tertulis dan menuntut kejelasan dari pemain dalam waktu dekat. Jika tidak ada respons memadai, langkah hukum akan segera diambil.

Bagi sebagian pengamat, kasus ini bukan hanya soal disiplin, tapi juga refleksi dari tantangan besar yang dihadapi pemain Indonesia di luar negeri: bagaimana menyeimbangkan kepentingan karier pribadi, kewajiban klub, dan tanggung jawab nasional—tanpa melanggar aturan yang jelas dan tegas.

Dalam dunia sepak bola modern, kontrak bukan sekadar tanda tangan di kertas. Ia adalah janji yang harus dijaga—baik di lapangan maupun di luar. Dan bagi Mees Hilgers, waktu untuk memilih jalan sudah sangat sempit.

Previous articleArda Güler Pecah Rekor, Cetak Gol Pertama di Piala Dunia
Next articleSilat Menuju Olimpiade 2032: Kemenpora dan IPSI Luncurkan Strategi Global