Sumbawanews.com,- Jepang resmi melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia di Stadion Dallas, Jumat, 26 Juni 2026. Namun, kegembiraan atas keberhasilan itu langsung tereduksi oleh hasil undian yang menempatkan mereka menghadapi raksasa sepak bola dunia, Brasil, di laga selanjutnya.
Dalam laga penentuan Grup F itu, Jepang unggul lebih dulu lewat gol Daizen Maeda pada menit ke-56, menyusul umpan matang Ritsu Doan. Tapi keunggulan itu tak bertahan lama. Enam menit berselang, Anthony Elanga menyamakan kedudukan dengan tembakan keras dari sisi kiri kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang, membuat Jepang finis sebagai runner-up grup, sekaligus gagal menghindari lawan berat di fase gugur.
Sementara itu, Belanda mengalahkan Tunisia 3-1 pada laga serentak, sehingga menjadi juara Grup F. Konsekuensinya, Jepang harus bertemu juara Grup C—Brasil—yang tampil dominan sepanjang fase penyisihan: dua menang, satu imbang, tujuh gol dicetak, hanya satu kebobolan, dan semua hasil diraih tanpa kekalahan.
Pelatih Hajime Moriyasu, meski lega timnya lolos, menyadari tantangan yang menanti jauh lebih berat dari yang dibayangkan. Brasil, di bawah asuhan Carlo Ancelotti, tampil sebagai tim paling mengancam di turnamen ini—kombinasi kecepatan, teknik, dan kedalaman skuad yang sulit dihentikan.
Media Jepang, Soccer Digest, menyebut undian ini sebagai “kenyataan pahit” yang langsung mengubah euforia kelolosan menjadi kecemasan. Respons para suporter pun bervariasi: dari seruan “Ini seperti neraka” hingga ajakan “Mari kita atasi ini dengan semangat juang.”
Di tengah tekanan itu, Jepang juga harus menghadapi masalah kebugaran. Bek andalan Ko Itakura harus ditarik keluar pada menit ke-39 babak pertama akibat cedera. Meski Moriyasu menyatakan cedera itu tidak serius, kepastian keikutsertaannya dalam laga melawan Brasil masih diragukan. Jika Itakura absen, lini belakang Samurai Biru akan kehilangan salah satu pilar utama dalam menghadapi serangan mematikan Brasil yang dipimpin oleh Vinícius Júnior dan Rodrygo.
Dengan segala tantangan itu, pertandingan antara Jepang dan Brasil bukan sekadar laga gugur—ia menjadi ujian sejati bagi filosofi sepak bola Jepang: apakah ketekunan, disiplin, dan kerja tim mampu mengalahkan kekuatan alamiah dan bakat individu yang dimiliki Seleção?
Laga ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. Bagi Jepang, ini bukan hanya soal melaju ke babak berikutnya. Ini adalah kesempatan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim yang bisa lolos—tapi tim yang bisa menaklukkan raksasa.















