Sumbawanews.com,- Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, resmi memulai rangkaian safari politiknya dengan kunjungan pertama ke Provinsi Lampung pada Jumat, 26 Juni 2026. Kunjungan ini menandai langkah strategis mantan kepala negara yang kini aktif dalam dinamika politik nasional, dengan fokus utama memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Jumat di salah satu masjid besar di Lampung, diikuti oleh Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai PSI yang dihadiri ratusan kader. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, yang mendampingi Jokowi selama kunjungan, mengungkapkan bahwa presiden ke-7 itu menyampaikan pesan penting tentang solidaritas politik dan kesiapan organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. “Beliau menekankan pentingnya sinergi antarkekuatan demokrasi untuk mempertahankan stabilitas dan kemajuan yang telah dibangun selama ini,” ujar Bestari usai acara.
Selama tiga hari di Lampung, Jokowi akan meninjau sejumlah program pemberdayaan ekonomi rakyat, termasuk sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maliosewu di Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Kunjungan ini dirancang untuk menunjukkan komitmen terhadap penguatan ekonomi lokal sekaligus memperkuat jembatan antara pemerintah pusat dan masyarakat daerah.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan, sebanyak 285 personel Polres Pringsewu dikerahkan. Antisipasi dilakukan mengingat tingginya animo masyarakat terhadap kehadiran tokoh yang masih sangat dihormati di berbagai lapisan sosial. Tidak hanya itu, Jokowi juga dijadwalkan berdialog langsung dengan pelaku UMKM, petani, dan perwakilan pemuda setempat, menegaskan pendekatannya yang tetap berbasis kemanusiaan dan keakraban.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jokowi, meski telah selesai masa jabatannya, tetap menjadi aktor penting dalam arah politik nasional. Dengan memilih Lampung sebagai titik awal, ia menunjukkan perhatian khusus pada wilayah yang menjadi basis elektoral strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Tak hanya sekadar mendukung, Jokowi tampak berupaya membangun narasi kolektif: bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini adalah kelanjutan dari kerja keras yang telah ditanamkan selama dua periode kepemimpinannya.
Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa politik bukanlah ajang persaingan, melainkan ruang untuk bersama membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan. “Kita tidak berdiri sendiri. Kita berjalan bersama, untuk Indonesia yang lebih maju,” ucapnya singkat, namun penuh makna di hadapan para kader PSI dan masyarakat Lampung.
Rangkaian safari ini diperkirakan akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah provinsi lain dalam waktu dekat, dengan pola yang sama: meninjau pembangunan infrastruktur, berdialog dengan rakyat, dan mengajak semua pihak untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika politik yang kian kompleks.















