Sumbawanews.com,- Jakarta – Dengan status juara grup sudah tergenggam erat, timnas Argentina siap menghadapi ujian sejati: bermain tanpa Lionel Messi. Di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 melawan Yordania, Minggu (28/6/2026) di Stadion King Abdullah II, Amman, pelatih Lionel Scaloni diperkirakan akan memberi istirahat kepada sang kapten yang baru berusia 39 tahun.
Messi, yang mencetak semua lima gol Argentina dalam dua laga sebelumnya—tiga lawan Aljazair dan dua lawan Austria—telah menjadi tulang punggung tim sejak pembukaan turnamen. Namun, dengan Albiceleste sudah aman di puncak Grup J, Scaloni punya ruang strategis untuk menguji kedalaman skuad menjelang babak gugur. Laga melawan Yordania, yang masih berada di dasar klasemen tanpa poin, bukan sekadar formalitas, tapi momen krusial untuk mengukur ketahanan tim tanpa kehadiran legenda.
Tanpa Messi, lini depan Argentina kemungkinan akan dipercayakan kepada duet Lautaro Martínez dan Julián Álvarez, pasangan yang pernah menjadi starter saat mengalahkan Venezuela dalam laga uji coba Oktober 2025. Laporan dari Tyc Sports menyebut Scaloni mungkin memainkan Álvarez sebagai penyerang utama, sementara Martínez bisa digeser ke posisi sayap atau digantikan oleh Nicolás Paz jika strategi berubah.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah Messi akan duduk di bangku cadangan atau hanya dimainkan sebagian waktu. Scaloni dikenal sangat hati-hati dalam memanajemen beban kerja Messi, terutama mengingat usia dan intensitas pertandingan yang tinggi. Dalam latihan jelang laga, Messi tetap memimpin sesi, menunjukkan bahwa ia masih menjadi simbol dan motor motivasi tim—meski fisiknya mungkin tidak lagi dibutuhkan selama 90 menit penuh.
Kemenangan atas Yordania bukanlah tujuan utama—karena Argentina sudah dipastikan lolos sebagai juara grup. Yang lebih penting adalah melihat bagaimana pemain muda dan pemain pengganti merespons tekanan pertandingan internasional, sekaligus membangun kepercayaan diri tim untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di babak 16 besar.
Dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair dan 2-0 atas Austria, Argentina menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan. Tapi kini, tantangan sejati mulai muncul: bisakah mereka tetap menghancurkan lawan tanpa Messi? Jawabannya akan terungkap di Amman—bukan hanya sebagai uji coba taktis, tapi sebagai pengujian identitas tim: apakah Albiceleste masih bisa menjadi raksasa tanpa sang pesepakbola terhebat sepanjang masa?















