Sumbawanews.com,- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengembalikan kepercayaan kepada Tan Cheng Hoe sebagai pelatih sementara tim nasional, menyusul pengakhiran kontrak Peter Cklamovski pada 1 Juni 2026. Keputusan ini diambil dalam upaya memperkuat stabilitas tim menjelang Piala AFF 2026 yang segera bergulir pada Juli mendatang.
Tan Cheng Hoe, 58, bukan nama baru di kancah sepak bola Malaysia. Ia sebelumnya menangani Harimau Malaya dari 2018 hingga 2022, membawa tim meraih finis runner-up di Piala AFF 2018 — pencapaian terbaik mereka dalam satu dekade. Pengalaman panjangnya mencakup peran sebagai asisten pelatih di level U-20 dan U-23 sejak awal 2000-an, menjadikannya salah satu figur paling memahami struktur dan budaya sepak bola nasional di Negeri Jiran.
Penggantian Cklamovski, pelatih asal Australia yang baru menangani tim sejak Januari 2025, terjadi bukan karena performa buruk. Di bawah kepemimpinannya, Malaysia mencatat tujuh kemenangan dan satu seri dari delapan pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027. Namun, kontroversi seputar naturalisasi pemain yang dinilai tidak sah menjadi pemicu utama perombakan besar-besaran di tubuh tim nasional. Selain Cklamovski, FAM juga mengakhiri kerja sama dengan CEO tim nasional Rob Friend, pelatih U-23 Nafuzi Zain, pelatih kiper Mohd Yazid Mohd Yassin, serta sejumlah staf pendukung lainnya.
Dalam pernyataan resmi, FAM menegaskan bahwa Tan Cheng Hoe dipilih karena “rekam jejaknya yang tak terbantahkan, kedalaman pemahaman terhadap pemain lokal, dan kemampuannya menjaga keseimbangan antara pengalaman dan semangat baru.” Kehadirannya diharapkan mampu menenangkan suasana pasca-goncangan manajerial dan membangun kembali kepercayaan publik.
Kini, tugas berat menanti sang pelatih: menjaga momentum tim yang tengah dalam masa transisi, sekaligus mempersiapkan skuad untuk tantangan terdekat — turnamen regional yang menjadi barometer kebanggaan sepak bola Malaysia. Dengan reputasi sebagai pelatih yang dekat dengan akar sepak bola lokal, Tan Cheng Hoe diyakini mampu menyatukan tim yang pernah terpecah oleh isu-isu di luar lapangan.
Pengembalian Tan Cheng Hoe bukan sekadar perubahan nama di kursi pelatih — ini adalah langkah strategis untuk mengembalikan identitas dan kepercayaan diri Harimau Malaya di panggung internasional.















