Sumbawanews.com,- Di tengah hujan gol di Santiago Bernabéu, Vinícius Júnior membuktikan diri sebagai mesin pencetak gol yang tak terbendung. Pemain sayap Real Madrid itu mencatatkan brace pada laga melawan Real Sociedad, Sabtu (12/8/2023), membawa timnya menang 3-1 dan memperkuat posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak La Liga musim ini.
Dua golnya—yang masing-masing dicetak pada menit ke-27 dan ke-78—bukan sekadar angka, tapi pernyataan tegas. Gol pertama lahir dari kecepatan mematikan dan finishing dingin setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Federico Valverde. Gol kedua, lebih spektakuler, datang dari tendangan bebas yang melengkung sempurna melewati dinding pertahanan lawan, memaksa kiper Sociedad bergerak tak tepat waktu.
Usai pertandingan, Vini Jr. tak hanya merayakan kemenangan. Ia menatap ke arah layar besar yang menampilkan nama Lionel Messi, yang kini berada di posisi kedua dalam daftar top skor La Liga dengan 19 gol—satu di belakang Vini yang sudah mengoleksi 20 gol.
“Saya tidak berpikir soal gelar top skor setiap hari,” ujar Vini Jr. dalam sesi wawancara di lapangan. “Tapi jika saya bisa mengejar Messi, itu akan jadi kehormatan besar. Dia adalah yang terbaik sepanjang masa. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.”
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Di musim ini, Vini Jr. telah bertransformasi dari pemain sayap cepat menjadi ancaman serba guna yang mampu mencetak, mengatur serangan, dan menjadi simbol ofensif Real Madrid. Ia kini menjadi satu-satunya pemain di Eropa yang mencetak lebih dari 20 gol di semua kompetisi sepanjang 2023—termasuk Liga Champions dan Copa del Rey.
Messi, yang kini membela Inter Miami di MLS, belum kembali ke La Liga. Namun, jejaknya tetap menghantui. Bagi Vini Jr., mengejar rekor Messi bukan sekadar tantangan statistik—tapi perjalanan spiritual seorang pemain muda yang ingin dikenang sebagai legenda, bukan sekadar bintang.
Real Madrid kini memimpin klasemen dengan 22 poin dari tujuh laga, dan Vini Jr. menjadi ujung tombak yang tak bisa diabaikan. Jika tren ini berlanjut, musim ini bisa jadi titik balik: bukan hanya bagi Madrid, tapi bagi sejarah sepak bola modern—di mana seorang anak dari Rio de Janeiro berdiri di ambang pintu legenda, menatap ke arah bayangan raksasa, dan berani mengejarnya.















