Home Berita Nasional Istri Yaqut Cholil Qoumas Buka Suara Usai PKB Dibantah KPK

Istri Yaqut Cholil Qoumas Buka Suara Usai PKB Dibantah KPK

Sumbawanews.com,- Istri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Siti Nur Azizah, angkat bicara setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tudingan terkait dugaan suap dalam pengurusan izin pendirian pesantren. Dalam pernyataan resminya, Azizah menegaskan bahwa semua proses yang dilakukan suaminya selama menjabat sebagai menteri selalu mengacu pada aturan dan prosedur yang berlaku.

“Saya sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai warga negara yang taat hukum, percaya penuh bahwa suami saya tidak pernah melakukan hal yang melanggar aturan,” ujar Azizah di kediaman resmi Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

KPK sebelumnya mengeluarkan pernyataan resmi menyangkal klaim bahwa ada permintaan suap senilai Rp1,5 miliar dari pihak pengelola pesantren kepada Yaqut. Lembaga antirasuah itu menyatakan tidak menerima laporan atau bukti apa pun yang mengarah pada dugaan suap terkait izin pendirian pesantren selama masa jabatan Yaqut, yang berlangsung sejak Desember 2020 hingga kini.

Azizah menambahkan, suaminya kerap menolak permintaan tidak resmi dari berbagai pihak yang ingin mempercepat proses administrasi. “Bahkan, beliau pernah membatalkan beberapa izin yang diajukan karena tidak memenuhi syarat teknis, meski ada tekanan dari pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dinamika politik yang mengiringi kasus ini. Menurutnya, munculnya isu suap justru datang setelah Yaqut mengambil keputusan kontroversial terkait penutupan beberapa pesantren yang terindikasi menyebarkan paham radikal. “Ini bukan soal korupsi. Ini soal keberanian memilih yang benar, meski harus berhadapan dengan kekuatan besar,” kata Azizah.

Kementerian Agama sendiri mencatat, sejak 2021 hingga Juli 2023, telah diterbitkan 1.247 izin pendirian pesantren baru, dengan 187 di antaranya ditolak karena tidak memenuhi syarat minimal, termasuk kelayakan sarana, kejelasan kurikulum, dan kepastian kepemimpinan.

Azizah menutup pernyataannya dengan seruan agar publik tidak mudah terpancing oleh isu yang tidak berdasar. “Kami tidak takut dituduh. Kami hanya ingin keadilan dan kebenaran yang ditegakkan, bukan opini yang dibangun dari spekulasi,” tegasnya.

Previous articleArgentina Siap Hadapi Empat Kandidat Kuat di 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleGempa Kembar Hancurkan Venezuela, 32 Tewas dan Ratusan Terluka