Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, mengakui timnya tidak akan menurunkan skuad terbaik dalam Piala AFF 2026 yang berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang. Keterbatasan ini muncul karena turnamen yang digelar di Asia Tenggara itu tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga banyak pemain yang berkarier di liga Eropa dan Asia lainnya tidak bisa dilepas klub masing-masing.
Meski demikian, Hudson menegaskan bahwa timnya tetap berkomitmen memberikan performa terbaik. “Kami fokus pada satu pertandingan pada satu waktu, membangun kekompakan, dan memaksimalkan semua pemain yang tersedia,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip dari BallThai, Kamis, 25 Juni 2026. Ia juga mengakui bahwa kegagalan timnya meraih hasil optimal di edisi sebelumnya sebagian besar disebabkan oleh minimnya kehadiran pemain inti akibat konflik jadwal dengan klub.
Kondisi ini membuka celah besar bagi pesaing utama, termasuk Timnas Indonesia yang kini dibimbing oleh John Herdman. Dengan keberadaan pemain naturalisasi seperti Mees Hilgers dan potensi kontribusi dari pemain kunci yang bermain di liga domestik, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan kelemahan Thailand. Herdman sendiri telah menegaskan targetnya: meraih gelar juara setelah gagal di Piala AFF 2022.
Thailand, meski tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat berkat koleksi tujuh gelar Piala AFF terbanyak sepanjang sejarah, kini harus mengandalkan pemain lokal dan pemain yang bermain di liga domestik atau klub Asia Tenggara. Sementara itu, Indonesia justru mendapat dorongan dari FIFA yang baru saja mengumumkan kebijakan baru terkait ketersediaan jadwal turnamen regional, memberi ruang lebih besar bagi negara-negara untuk mempersiapkan tim secara optimal.
Dengan kekalahan Qatar dari sanksi FIFA yang berdampak pada kekuatan tim Asia lainnya, dan ketidakpastian Thailand dalam menyusun skuad terbaik, peluang Indonesia untuk meraih gelar pertama sejak 2020 kini terasa lebih nyata. Di tengah tekanan yang semakin besar dari media dan suporter, Herdman dan timnya siap memanfaatkan momen ini — bukan hanya untuk menang, tapi untuk mengubah sejarah.















