Sumbawanews.com,- Polsek Grogol Petamburan bersama Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap tiga remaja terkait kasus pembacokan mematikan yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Kyai Tapa, depan Terminal Grogol, Jakarta Barat. Satu pelaku lain masih dalam pencarian.
Tersangka yang ditahan berinisial KK (17) dan MA (17), sementara ADS (16) juga diamankan sebagai saksi kunci. Pelaku berinisial R (17) masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, mengonfirmasi bahwa dua dari empat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan bukti awal yang kuat terkait peran aktif mereka dalam serangan brutal itu.
Kejadian bermula saat korban dan temannya mengendarai sepeda motor di Jalan Susilo I, Grogol Petamburan. Tanpa alasan jelas, sekelompok remaja yang sedang melakukan konvoi dengan sepeda motor mengejar korban, lalu menyerang secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam. Korban menderita luka bacok di lengan kiri dan pinggang, lalu berlari ke arah warga dan pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi untuk meminta pertolongan.
Dalam kondisi kritis, korban dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras, namun nyawanya tak tertolong. Tim medis mengonfirmasi bahwa luka bacok yang mengenai pembuluh darah utama menjadi penyebab utama kematian.
Penyidik kini menggali motif di balik serangan itu. Awalnya diduga terkait konflik pribadi, namun dari rekaman kamera pengawas dan kesaksian saksi, tidak ditemukan indikasi pertikaian sebelumnya. Kelompok pelaku tampaknya bertindak atas dorongan impulsif, bahkan setelah korban sudah melarikan diri, mereka tetap mengejar dan menyerang.
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah senjata tajam, sepeda motor yang digunakan dalam konvoi, serta barang bukti digital dari ponsel para pelaku. Investigasi terus berlanjut untuk mengungkap apakah ada pengaruh kelompok atau ajakan sosial yang memicu kekerasan massal tersebut.
Korban, yang masih duduk di bangku sekolah menengah, menjadi korban kebiadaban yang tak terduga — sebuah tragedi yang mengguncang warga Grogol dan memicu kekhawatiran mendalam atas maraknya kekerasan remaja yang berawal dari hal sepele. Pemerintah kota dan dinas pendidikan pun diminta segera merespons dengan program penguatan karakter dan pengawasan lingkungan sosial di kawasan padat pemuda.















