Sumbawanews.com,- Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi serius aksi orasi mahasiswa di atas mobil komando di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (15/8). Dalam keterangan resminya, Wakil Ketua Umum PDIP itu menyatakan, tuntutan yang disampaikan para mahasiswa akan segera ditindaklanjuti secara serius oleh lembaga legislatif.
Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu dipimpin oleh sekelompok mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek. Mereka meminta pemerintah dan DPR segera meninjau ulang Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), menolak kenaikan harga BBM, serta meminta transparansi anggaran negara pasca-pandemi. Beberapa peserta aksi bahkan naik ke atap mobil komando untuk menyampaikan orasi langsung kepada anggota DPR yang sedang masuk ke gedung.
“Kami tidak melihat ini sebagai gangguan, tapi sebagai suara rakyat yang ingin didengar,” ujar Dasco, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PDIP, dalam konferensi pers singkat usai pertemuan dengan perwakilan mahasiswa.
Menurut Dasco, orasi di mobil komando—meski terkesan tidak konvensional—justru menunjukkan kreativitas dan keteguhan generasi muda dalam menyuarakan aspirasi. “Ini bukan protes yang anarkis, tapi bentuk partisipasi politik yang hidup. Kami akan catat semua poin tuntutan mereka, lalu diskusikan dalam rapat kerja internal dan komisi terkait.”
Ia menegaskan, DPR tidak akan mengabaikan suara mahasiswa, terutama yang menyentuh isu strategis seperti keadilan sosial, transparansi anggaran, dan perlindungan ideologi negara. “Kami akan panggil kementerian terkait, minta penjelasan rinci, dan jika perlu, ajukan revisi atau pembatalan regulasi yang dinilai tidak sesuai kebutuhan rakyat.”
Aksi ini menjadi salah satu bentuk unjuk rasa paling mencolok sejak awal tahun 2023. Sebelumnya, aksi serupa pernah terjadi pada 2022, namun tidak direspons secepat ini. Para mahasiswa menyebut respons cepat dari DPR sebagai tanda bahwa demokrasi masih hidup.
Dalam kesempatan itu, Dasco juga mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses legislasi, bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai mitra. “Kami terbuka. Silakan kirim usulan, saran, atau kritik melalui kanal resmi DPR. Jangan hanya berorasi di mobil komando—tapi juga di ruang rapat,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, sejumlah anggota DPR dari fraksi berbeda menyambut positif inisiatif ini. “Ini bukan ancaman, tapi pelajaran bahwa generasi muda masih percaya pada institusi,” ujar salah seorang anggota Komisi I yang enggan disebut namanya.
Aksi berakhir damai. Tidak ada bentrokan, tidak ada penangkapan. Hanya suara-suara yang akhirnya didengar.

















