Sumbawanews.com,- Tak ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan, namun mantan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Apple dan Intel telah menyelesaikan kesepakatan strategis untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Truth Social, dengan menyalahkan pemerintahan sebelumnya karena membiarkan pabrik semikonduktor AS beralih ke Taiwan dan negara-negara lain.
Sebelumnya, laporan dari The Wall Street Journal pada Mei lalu mengungkap bahwa kedua raksasa teknologi itu telah mencapai kesepakatan prinsip untuk memproduksi sebagian prosesor Apple di fasilitas Intel di AS. Upaya intensif pemerintah pun terungkap—Menteri Perdagangan Howard Lutnick dikabarkan telah bertemu berkali-kali dengan pimpinan Apple selama setahun penuh untuk meyakinkan perusahaan itu kembali bekerja sama dengan Intel, setelah Apple selama ini mengandalkan produksi chip eksklusif dari TSMC di Taiwan.
Hubungan antara Apple dan Intel pernah sangat erat sebelum Apple beralih ke prosesor buatan sendiri, Apple Silicon, yang diproduksi oleh TSMC. Namun, sejak awal tahun ini, analis ternama Ming-Chi Kuo melaporkan bahwa Apple telah memulai pengujian sistem-on-chip berbasis proses 18A-P milik Intel. Menurut Kuo, pengujian produksi akan berlangsung sepanjang 2026, dengan produksi massal dan pengiriman dimulai pada 2027.
Intel direncanakan akan memproduksi chip untuk iPhone dan Mac di tiga fasilitasnya: Oregon, Arizona, dan Ohio. Meski demikian, TSMC tetap akan menjadi pemasok utama chip Apple, dengan produksi Intel hanya menangani sebagian kecil dari total kebutuhan.
Trump juga menyebut bahwa keputusan Apple untuk bekerja sama dengan Intel didorong oleh insentif pemerintah: “Kami memutuskan membantu Intel dengan imbalan 10 persen saham mereka.” Pernyataan ini merujuk pada keputusan pemerintah AS pada Agustus 2025 untuk mengambil saham 10 persen di Intel melalui investasi senilai $8,9 miliar. Dana itu berasal dari dua sumber: alokasi dana dari Undang-Undang CHIPS dan program Secure Enclave, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan rantai pasok semikonduktor nasional.
Hingga kini, baik Apple maupun Intel belum memberikan pernyataan resmi mengenai kesepakatan ini. Namun, jejak teknis dan sinyal kebijakan pemerintah menunjukkan bahwa transisi strategis besar dalam produksi chip AS mungkin sudah berjalan—meski belum diumumkan secara resmi.
















