Sumbawanews.com,- Debut di panggung Piala Dunia berakhir pahit bagi Uzbekistan. Di Stadion Azteca, Mexico City, tim asuhan Fabio Cannavaro tak mampu menahan gempuran Kolombia yang menang 3-1 dalam laga Grup K, Kamis (18/6/2026). Meski sempat menyamakan kedudukan dan menunjukkan perlawanan sengit, Uzbekistan harus menelan kekalahan setelah gol penutup dari Jaminton Campaz di menit ke-90+9 mengukuhkan keunggulan Los Cafeteros.
Laga yang diawali dengan dominasi Kolombia berjalan ketat di babak pertama. Luis Diaz nyaris membuka skor pada menit ke-32 saat tendangan kaki kirinya menghantam tiang gawang. Namun, keunggulan akhirnya datang pada menit ke-40 lewat Daniel Munoz yang memanfaatkan umpan terobosan Diaz untuk menaklukkan kiper Utkir Yusupov. Uzbekistan tampak kewalahan menghadapi kecepatan dan presisi serangan tim asuhan Néstor Lorenzo, terutama di sisi sayap.
Di babak kedua, perubahan strategi membawa angin segar. Pelatih Cannavaro memasukkan Farrukh Sayfiev dan Dostonbek Khamdamov, dan dampaknya langsung terasa. Pada menit ke-60, Abbosbek Fayzullaev memanfaatkan tepisan kiper Camilo Vargas dari tembakan Eldor Shomurodov untuk mencetak gol pertama Uzbekistan dalam sejarah Piala Dunia—sebuah momen bersejarah yang membangkitkan harapan bagi tim Asia Tengah itu.
Namun, momentum itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, Luis Diaz—yang menjadi ujung tombak Kolombia sepanjang laga—kembali menunjukkan kelasnya. Dengan kecepatan mematikan dan tembakan akurat, ia mengubah skor menjadi 2-1, sekaligus mengembalikan kendali permainan ke tangan tim Amerika Latin.
Di menit-menit terakhir, Uzbekistan berjuang habis-habisan demi poin, namun usaha mereka gagal. Kolaborasi antara dua pemain pengganti Kolombia—Campaz dan Juan Fernando Quintero—memunculkan gol ketiga lewat sundulan Campaz yang tak bisa dihalau pertahanan Uzbekistan. Gol itu sekaligus menutup pintu harapan tim debutan untuk meraih hasil imbang.
Kemenangan ini mengangkat Kolombia ke puncak Grup K dengan tiga poin, unggul dua angka atas Portugal dan RD Kongo yang sama-sama mengumpulkan satu poin setelah bermain imbang 1-1 pada laga sebelumnya. Sementara Uzbekistan, meski kalah, membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Gol Fayzullaev menjadi bukti bahwa ambisi tim ini tak sekadar mimpi.
Laga berikutnya, Kolombia akan menghadapi RD Kongo pada 24 Juni di Stadion Akron, Zapopan, sementara Uzbekistan harus segera bangkit melawan Portugal di Houston—laga yang bisa menentukan nasib mereka di fase grup. Untuk sementara, Kolombia berjaya, tapi Uzbekistan telah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.















