Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menerima telepon dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin malam, 15 Juni 2026, dalam pembicaraan yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam percakapan tersebut, Abbas menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata Indonesia yang berkelanjutan, termasuk bantuan kemanusiaan, pengiriman kapal rumah sakit, serta pendidikan bagi ratusan pelajar Palestina di Universitas Pertahanan Indonesia.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Abbas menekankan pentingnya peran Indonesia di kancah internasional sebagai suara yang konsisten dan berwibawa dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. “Presiden Abbas menyatakan bahwa kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo mendapat perhatian luas di berbagai forum global, terutama dalam upaya mendorong solusi dua negara sebagai jalan damai di Timur Tengah,” ujar Teddy dalam keterangan resmi.
Dukungan Indonesia, lanjut Teddy, tidak hanya bersifat diplomatik. Sejak masa menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo telah mendorong sejumlah inisiatif konkret: pengiriman logistik melalui udara dan laut, penugasan tenaga medis, hingga penerimaan 100 pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di institusi pertahanan nasional. Langkah-langkah ini, kata Teddy, menjadi bukti bahwa sikap Indonesia bukan sekadar retorika, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pernyataan Abbas ini sejalan dengan posisi Indonesia yang telah lama dikenal sebagai pendukung kuat solusi dua negara. Sebelumnya, pada 28 Mei 2026, saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Prabowo secara tegas menyatakan: “Tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa keadilan bagi rakyat Palestina. Solusi dua negara bukan pilihan, tapi keharusan.”
Dalam konteks geopolitik yang semakin terpecah, percakapan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin moral di dunia Islam dan negara berkembang. Abbas sendiri tampaknya menilai bahwa suara Indonesia di PBB dan organisasi internasional lainnya memiliki bobot yang sulit diabaikan—terutama di tengah kegagalan negara-negara besar untuk mengambil inisiatif nyata.
Dengan latar belakang konflik yang semakin memburuk di Gaza dan Tepi Barat, komitmen Presiden Prabowo untuk menjadikan Palestina sebagai bagian dari agenda luar negeri Indonesia yang tak tergoyahkan, semakin memperkuat citra negara ini sebagai aktor yang konsisten, berprinsip, dan berani berbicara kebenaran—bahkan ketika suaranya tidak populer di kalangan kekuatan besar.















