Home Berita Internasional Trump Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Sumbawanews.com,- Washington D.C – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran tetap menjadi pilihan jika negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan final. Ancaman ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan *The New York Times* pada Minggu, 14 Juni 2026, hanya beberapa jam setelah ia mengumumkan tercapainya kesepahaman sementara antara Washington dan Teheran.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan sementara yang baru saja dicapai hanyalah langkah awal—bukan akhir dari proses diplomasi. “Ini bukan akhir cerita. Ini hanya bab pertama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat akan menuntut perjanjian komprehensif yang menjamin penghentian permanen program senjata nuklir Iran. Jika Teheran gagal memenuhi syarat itu, Washington “tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas.”

Dalam wawancara 28 menit itu, Trump tidak hanya mengancam serangan militer, tetapi juga mengemukakan skenario lain yang lebih kontroversial: menjadikan AS sebagai “penjaga Timur Tengah” dengan imbalan 20 persen dari pendapatan minyak dan gas kawasan itu. Pernyataan ini langsung memicu reaksi tajam dari para ahli kebijakan luar negeri, yang menyebutnya sebagai bentuk eksploitasi ekonomi yang berkedok keamanan.

Di sisi lain, Trump membanggakan salah satu hasil konkret dari kesepakatan sementara: pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas perdagangan internasional tanpa pungutan biaya. “Selat Hormuz akan bebas biaya tol selamanya,” klaimnya, menekankan bahwa kebebasan navigasi di jalur strategis itu akan menjadi jaminan permanen.

Pernyataan Trump muncul di tengah gelombang optimisme global pasca-kesepakatan. PBB, Indonesia, dan sejumlah negara Eropa menyambut baik langkah diplomatik ini, sementara demonstran di Los Angeles dan Teheran memprotesnya sebagai “pengkhianatan terhadap kedaulatan.” Di pasar, IHSG melonjak ke level 6.254 dan dolar AS jatuh ke titik terendah dalam sejarah terkini, menandai reaksi pasar terhadap kemungkinan stabilitas energi jangka panjang.

Namun, kekhawatiran tetap menggantung: apakah kesepakatan ini hanya sementara, atau benar-benar mengubah dinamika kekuatan di Timur Tengah? Trump sendiri tidak memberi jaminan. “Jika mereka bermain curang, kami akan bermain lebih keras,” tegasnya. Dengan kata lain, perdamaian yang baru saja diumumkan ternyata masih bergantung pada ancaman yang sama sekali belum ditinggalkan.

Previous articleRemaja Sleman Bawa Indonesia Raya Menang di Estoril
Next articleGoogle Earth Kini Punya Simulasi Penerbangan di Browser
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.