Home Berita Internasional AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Rincian Bocor ke Publik

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Rincian Bocor ke Publik

Sumbawanews.com,- Teheran — Rincian draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran bocor ke media, mengungkap kerangka komprehensif yang menjanjikan penghentian konflik berskala regional, pencabutan sanksi ekonomi, dan pembukaan kembali jalur maritim strategis. Dokumen berisi 14 poin itu, yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Mehr, menjadi dasar bagi negosiasi akhir yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Jenewa.

Draf tersebut menyerukan penghentian permanen semua bentuk permusuhan di berbagai front, termasuk Lebanon, di mana Iran mendukung Hizbullah. AS diwajibkan menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran, menghormati kedaulatan Republik Islam, dan berjanji tidak akan memberlakukan sanksi baru selama masa negosiasi.

Salah satu poin paling krusial adalah pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari, sekaligus pembukaan kembali Selat Hormuz di bawah pengelolaan Iran. Mekanisme pemantauan independen akan diterapkan untuk memastikan kepatuhan kedua belah pihak.

Dalam bidang ekonomi, AS akan menangguhkan sanksi terhadap ekspor minyak, produk petrokimia, dan turunannya, serta melepaskan setengah dari aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS (sekitar Rp427 triliun) sebelum negosiasi nuklir dimulai. Sisanya akan dilepaskan secara bertahap seiring kemajuan pembicaraan. Kesepakatan akhir diharapkan mencakup pencabutan total sanksi primer dan sekunder AS, serta pencabutan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA yang terkait.

Negosiasi nuklir akan berlangsung dalam periode 60 hari, dengan fokus eksklusif pada nasib material yang diperkaya dan aktivitas pengayaan uranium. Iran menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan menolak untuk membahas program rudal balistik atau dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan di Timur Tengah — dua isu yang secara definitif dikecualikan dari agenda.

Sebagai bagian dari kompensasi ekonomi, AS dan sekutunya wajib menyampaikan rencana rekonstruksi senilai minimal 300 miliar dolar AS (Rp5.318 triliun) untuk membangun kembali infrastruktur dan ekonomi Iran. Kesepakatan final akan diratifikasi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB, dengan syarat bahwa pencairan aset, pencabutan blokade, dan penangguhan sanksi minyak telah terlaksana sepenuhnya.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan kesepakatan telah “selesai” dan Selat Hormuz akan dibuka kembali, menegaskan bahwa momentum diplomasi ini telah mencapai titik tak bisa kembali. Jika diimplementasikan, kesepakatan ini akan mengubah peta keamanan Timur Tengah dan membuka babak baru dalam hubungan Washington-Tehran yang selama puluhan tahun dikuasai oleh ketegangan dan saling curiga.

Previous articlePresiden Jerman Disambut Hangat di Istana Merdeka
Next articlePegawai MBG Tewas Karena Klakson Saat Lewati Tawuran
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.