Sumbawanews.com,- Sebuah pesawat angkut militer Antonov An-32 milik Angkatan Udara India (IAF) jatuh saat mencoba mendarat di Pangkalan Udara Jorhat, negara bagian Assam, timur laut India, pada Sabtu (13/6/2026). Insiden itu menewaskan lima personel militer dan memicu operasi penyelamatan darurat serta penyelidikan menyeluruh oleh otoritas militer.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan India, pesawat tersebut mengalami kecelakaan pendaratan parah di landasan pacu. Api langsung menyambar tubuh pesawat setelah benturan, memaksa tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk memadamkan kobaran dan mengevakuasi puing. Hingga kini, identifikasi korban dan pemulihan puing-puing masih berlangsung.
IAF mengonfirmasi bahwa pesawat yang terbang dalam misi rutin itu sedang dalam fase akhir penerbangan ketika kecelakaan terjadi di wilayah Rowriah, sekitar 15 kilometer dari bandara utama Jorhat. Sebuah pengadilan penyelidikan khusus telah dibentuk untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini—baik faktor teknis, cuaca, maupun kesalahan manusia.
Kecelakaan ini bukan yang pertama dalam sejarah panjang An-32 di IAF. Sejak pertama kali digunakan pada 1976, pesawat buatan Rusia ini telah menjadi tulang punggung armada angkut taktis India. Namun, catatan keselamatannya suram: setidaknya 12 insiden serius telah tercatat, termasuk kecelakaan mematikan pada 2019 di Arunachal Pradesh yang menewaskan 13 orang, dan hilangnya pesawat serupa di Teluk Bengal pada 2016 dengan 29 awak di dalamnya—kasus yang hingga kini belum terungkap sepenuhnya.
Insiden Maret 2025 di Bagdogra, Bengal Barat, menjadi pengecualian langka: meski pesawat hancur total, seluruh awak berhasil selamat. Namun, kegagalan berulang ini mempertanyakan masa depan armada An-32 yang telah berusia puluhan tahun, terutama di tengah tekanan untuk modernisasi alutsista IAF.
Pemerintah India belum mengumumkan rencana penggantian resmi untuk An-32, tetapi insiden terbaru ini kemungkinan akan mempercepat evaluasi strategis terhadap keandalan pesawat-pesawat tua dalam operasi militer di wilayah pegunungan dan cuaca ekstrem. Keluarga korban telah diberi bantuan duka, sementara pihak militer berjanji akan mengumumkan hasil investigasi dalam waktu dekat.

















