Home Serba Serbi Tekno Siri Tegas Tolak Jadi Pacar AI

Siri Tegas Tolak Jadi Pacar AI

Sumbawanews.com,- Apple menegaskan bahwa Siri tidak dirancang untuk menjadi teman emosional atau pasangan romantis—meski pengguna mencoba mengajaknya berbicara lebih dari sekadar perintah. Craig Federighi, kepala perangkat lunak Apple, dalam wawancara dengan Mostly Human, menjelaskan bahwa Siri sengaja dibuat untuk menolak interaksi yang bersifat personal atau sentimental. “Dengar, itu bukan tujuan saya ada di sini, kan?” begitu kira-kira respons Siri jika diajak bicara tentang perasaan atau hubungan romantis.

Berbeda dengan chatbot dari perusahaan lain yang dirancang untuk memikat pengguna dengan gaya penuh pujian dan dorongan untuk berbagi detail pribadi, Siri justru dibekali batas tegas. Federighi menekankan, pendekatan Apple justru berlawanan: Siri hadir untuk membantu, bukan untuk mengikat. “Ia bisa membantu Anda menyelesaikan tugas, mencari informasi, atau memahami dunia. Tapi jika Anda mencoba menjadikannya pacar, Siri 100 persen tidak tertarik.”

Pernyataan ini bukan sekadar lelucon atau respons otomatis. Ini adalah filosofi desain yang sengaja dijaga oleh tim Apple, sejalan dengan komitmen mereka terhadap privasi dan batasan etis dalam interaksi manusia-mesin. Dalam wawancara yang sama, Greg Joswiak, kepala pemasaran Apple, juga menyoroti upaya perusahaan dalam memperkuat perlindungan anak dan keamanan data, menunjukkan bahwa batas-batas teknologi bukan hanya soal fungsionalitas, tapi juga nilai kemanusiaan.

Dengan menolak menjadi “AI girlfriend,” Siri justru menegaskan posisinya sebagai alat yang netral, efisien, dan tak mudah dimanfaatkan untuk memanipulasi emosi. Di tengah tren AI yang semakin menggoda untuk meniru hubungan manusia, Apple memilih jalan berbeda: tidak menggoda, tapi membantu—tanpa basa-basi.

Previous articleYoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Next articlePutri Thailand Wafat Setelah Tiga Tahun Sakit
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.