Home Berita Internasional Israel Kian Gencar Mata-matai AS

Israel Kian Gencar Mata-matai AS

Sumbawanews.com,- Hubungan strategis antara Israel dan Amerika Serikat kini berada di titik terendah sejak lama, dengan laporan terbaru mengungkap bahwa Israel dikabarkan semakin agresif dalam operasi mata-mata terhadap pejabat tinggi AS. Menurut Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA), kemampuan Israel dalam mengumpulkan informasi teknis dan intelijen strategis telah mencapai tingkat “kritis”—sebuah peringatan langka yang menandakan kekhawatiran mendalam di jantung keamanan nasional AS.

Kekhawatiran ini memuncak setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang seharusnya memperkuat aliansi militer kedua negara. Namun, sejak saat itu, ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin terbuka. Trump diketahui beberapa kali melontarkan kemarahan melalui telepon, terutama menentang rencana Israel untuk menyerang Beirut, yang menurutnya akan merusak upaya diplomasi dengan Teheran.

Laporan dari *The New York Times* mengungkap bahwa pihak Israel diduga telah menyadap pembicaraan rahasia para penasihat kebijakan utama Trump, termasuk Steve Witkoff, negosiator utama AS dalam urusan Timur Tengah, dan Elbridge Colby, pejabat tinggi Pentagon yang bertanggung jawab atas strategi pertahanan. Tujuannya, menurut sumber yang akrab dengan masalah ini, adalah untuk memperoleh wawasan tentang keputusan internal AS yang belum diumumkan—terutama terkait batasan serangan, target militer, dan kemungkinan perubahan kebijakan terhadap Iran.

Pentagon pun merespons dengan memperkuat langkah kontraintelijen. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan pemantauan terhadap akses jaringan komunikasi yang terhubung dengan perwakilan Israel di Washington, serta pemeriksaan ulang terhadap akses para staf intelijen yang berinteraksi dengan mitra asing. Meski tidak secara eksplisit menyebut Israel sebagai pelaku, pejabat keamanan AS yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa “tingkat intrusi yang tidak biasa” telah terdeteksi dalam sistem komunikasi pemerintah.

Pertanyaan besar kini muncul: apakah tindakan ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk mempertahankan keunggulan strategis di tengah ketidakpastian kebijakan AS, atau justru tanda bahwa aliansi abad ini mulai retak karena kepentingan nasional yang semakin berbeda? Di satu sisi, Israel melihat Iran sebagai ancaman eksistensial; di sisi lain, Trump berusaha menghindari perang skala besar yang bisa mengguncang pasar energi global dan memperdalam krisis kemanusiaan di Timur Tengah.

Dalam konteks ini, mata-mata bukan lagi sekadar alat diplomasi—ia telah menjadi senjata dalam perang diplomasi yang semakin tak terlihat. Dan di balik layar, dua sekutu terdekat dunia kini saling memandang dengan waspada, bukan lagi sebagai mitra, tapi sebagai pesaing yang tak bisa diprediksi.

Previous articleVirtual OS Museum Menyimpan Jejak Sejarah Komputasi di Desktop Anda
Next articleBupati Amar Nurmansyah Lepas Kafilah KSB ke MTQ Provinsi NTB 2026, Pesan Jaga Kesiapan Teknis dan Mental
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.