Home Serba Serbi Tekno Black Hole Terjauh Ditemukan, Meteorit Ungkap Jejak Planet Hilang

Black Hole Terjauh Ditemukan, Meteorit Ungkap Jejak Planet Hilang

Sumbawanews.com,- Para astronom berhasil mengukur massa black hole dorman sejauh 10 miliar tahun cahaya menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, sekaligus mengungkap jejak planet prototipe yang lenyap sejak 4,5 miliar tahun lalu dari sisa meteorit di Gurun Sahara. Temuan ini membuka jendela baru memahami pembentukan galaksi dan planet di awal tata surya.

Dengan memanfaatkan keunggulan resolusi tinggi Webb dan fenomena lensa gravitasi—di mana gravitasi objek masif membengkokkan cahaya dari benda di belakangnya—tim ilmuwan dari Carnegie Science berhasil mengamati gerak bintang-bintang di sekitar inti galaksi MRG-M0138. Pergerakan ekstrem bintang-bintang itu menjadi indikator kuat keberadaan black hole tak aktif yang massanya sangat besar. “Kami menggabungkan penglihatan tajam Webb dengan kaca pembesar alam semesta,” ujar pemimpin penelitian Andrew Newman. Ini adalah pengukuran langsung pertama terhadap black hole dorman di era kosmik yang begitu awal, memperdalam pemahaman tentang bagaimana black hole supermasif tumbuh seiring waktu.

Di bumi, sebuah meteorit langka bernama NWA 12774 yang ditemukan di Gurun Sahara justru menyimpan petunjuk tentang dunia yang tak lagi ada. Meteorit ini berasal dari batuan vulkanik purba, dengan komposisi kimia yang sangat berbeda dari Bumi atau Mars. Para peneliti dari Universitas Colorado Boulder menemukan kristal clinopyroxene yang kaya aluminium—mineral yang hanya bisa terbentuk di bawah tekanan luar biasa: minimal 17,5 kilobar. Pola kristalnya juga menunjukkan proses pembekuan di kedalaman dangkal, bukan di inti planet.

Kombinasi ini mengarah pada kesimpulan mengejutkan: benda induk meteorit ini bukan asteroid kecil, melainkan protoplanet seukuran Bulan—bahkan mendekati ukuran Mars—dengan radius lebih dari 1.118 mil. “Kita hanya tahu ia pernah ada karena beberapa serpihannya sampai ke Bumi,” kata Aaron Bell, peneliti utama. “Meteorit ini adalah arsip geologis dari jalur evolusi planet yang sama sekali berbeda dari yang kita kenal.”

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal *Earth and Planetary Science Letters*, sementara pengukuran black hole dipublikasikan di *Science*. Bersamaan dengan itu, NASA resmi menutup misi MAVEN setelah 11 tahun menjelajahi Mars, dan teleskop Nancy Grace Roman siap diluncurkan pada 30 Agustus mendatang—menandai awal era baru pengamatan kosmik. Sementara itu, vaksin berbasis antigen yang dirancang kecerdasan buatan juga berhasil diuji coba di Universitas Cambridge, menunjukkan potensi revolusioner AI dalam bidang kesehatan global.

Previous articleJudul Berita:
Next article592 Aduan Etik Hakim, Lima Diberhentikan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.