Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya kekhawatiran atas penyebaran informasi palsu, Meta kini terbukti membuat sistem yang secara otomatis memproduksi artikel klikbait berbasis kecerdasan buatan—dengan gambar dan narasi yang sama sekali tidak berdasar fakta. Fitur bernama “For You” dalam aplikasi Meta AI, yang muncul sejak beberapa bulan lalu, secara pasif menyajikan pengguna dengan judul-judul sensasional seperti “A Royal Butler Finally Settled the Milk First Debate” atau “The Anatomy of the Devastating British Tut,” lengkap dengan gambar AI yang penuh kesalahan.
Artikel-artikel ini tidak hanya tidak memiliki sumber, tapi juga mengandung fiksi murni. Salah satu “berita” tentang eksperimen jam tangan Rolex palsu ternyata sama sekali tidak pernah terjadi, sementara cerita tentang keluarga kerajaan Inggris memunculkan dua sosok Queen Elizabeth II—padahal ia telah meninggal bertahun-tahun lalu. Gambar-gambar yang dihasilkan AI menampilkan wajah anggota kerajaan yang terdistorsi: tangan tidak proporsional, tubuh membengkok dalam posisi tak mungkin, bahkan ada satu ilustrasi yang ternyata adalah GIF lama dari pasangan tua yang bergerak dengan gerakan fisik tak manusiawi.
Meski Meta memiliki kebijakan yang menyatakan bahwa konten buatan AI harus diberi label, tak ada petunjuk sama sekali di dalam feed “For You” bahwa konten tersebut dihasilkan oleh mesin. Pengguna dibiarkan percaya bahwa mereka sedang membaca berita nyata—padahal semuanya adalah hasil generasi AI yang dipicu oleh prompt rahasia yang hanya terlihat dalam riwayat obrolan.
Reporter The Verge, Robert Hart, yang pertama kali menemukan fitur ini, mencoba melacak asal-usul setiap cerita. Hasilnya mengejutkan: beberapa judul mengambil inspirasi dari serial komedi BBC tahun 2018, sementara yang lain benar-benar diciptakan dari nol oleh model bahasa Meta. Ketika ia mengeklik judul yang sama berkali-kali, hasilnya berbeda-beda, tapi tetap mengulang tema yang sama—bukan laporan, melainkan filler digital yang dirancang untuk memancing klik.
Ketika The Verge menghubungi Meta untuk meminta klarifikasi, perusahaan awalnya hanya memberi pernyataan umum bahwa fitur ini bertujuan “menyarankan hal yang paling relevan” seperti saran kebugaran atau rencana makan. Namun, dalam pernyataan berikutnya, kata “proaktif” tiba-tiba dihapus. Dan pada hari yang sama, Meta mengumumkan bahwa fitur tersebut “akan dihentikan” karena hanya uji coba terbatas.
Pertanyaannya: bagaimana mungkin uji coba “terbatas” bisa diakses oleh lebih dari tiga jurnalis di satu redaksi? Dan siapa yang benar-benar meminta untuk dibanjiri dengan berita palsu yang dibuat oleh algoritma?
Meta belum menjawab apakah konten seperti ini dianggap sebagai berita, fiksi, atau hanya sekadar hiburan digital. Yang jelas, perusahaan ini telah menciptakan mesin yang menggabungkan kekuatan AI dengan logika klikbait—tanpa transparansi, tanpa akuntabilitas, dan tanpa izin pengguna. Fitur itu mungkin sudah dihapus, tapi prinsipnya tetap hidup: jika AI bisa membuat berita yang terlihat nyata, dan pengguna tidak tahu itu palsu, maka kebenaran menjadi barang yang bisa diproduksi ulang—dan dijual.

















