Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari, Kamis, 4 Juni 2026. Wilayah yang paling berpotensi terkena dampaknya adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, serta sejumlah kota penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi, dan Bogor.
Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek masih didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan hanya tercatat di sebagian Kepulauan Seribu dan wilayah Bogor. Namun, seiring berjalannya waktu, awan hujan mulai berkembang pesat menjelang siang, lalu meluas hingga sore hari. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, terutama di kawasan yang padat penduduk dan rawan banjir.
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan lebat yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama di daerah dengan sistem drainase terbatas. Petir dan angin kencang juga berisiko menimbulkan pohon tumbang atau gangguan pada jaringan listrik. Wilayah Jakarta Selatan dan Timur, yang sering menjadi titik genangan, disarankan untuk tetap waspada meski hujan mulai reda menjelang tengah malam.
Meski sebagian wilayah mulai mengering setelah pukul 23.00 WIB, risiko hujan ringan masih mengintai di Tangerang dan Tangerang Selatan. Suhu udara rata-rata di Jabodetabek berkisar antara 24–32 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 62–96 persen. Di Bogor, yang mengalami hujan hampir sepanjang hari, suhu lebih sejuk, yaitu 20–28 derajat Celsius.
BMKG menekankan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari pola cuaca musiman yang dipengaruhi oleh pergerakan massa udara basah dari Laut Jawa dan Selat Sunda. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir.
Pemerintah daerah pun diminta untuk memastikan kesiapan tanggap darurat, terutama di titik-titik rawan banjir dan longsor. Dengan prediksi yang semakin akurat, langkah preventif diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana yang kerap menyertai hujan lebat di ibu kota.

















