Sumbawanews.com,- Nintendo mengonfirmasi akan meluncurkan versi khusus konsol Switch 2 di wilayah Uni Eropa dengan baterai yang dapat diganti pengguna, sebagai respons terhadap regulasi “right-to-repair” yang berlaku mulai 18 Februari 2027. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mematuhi peraturan baru UE yang mewajibkan perangkat elektronik tertentu dilengkapi komponen mudah dilepas tanpa alat khusus.
Meski tidak secara eksplisit menyebut nama “Switch 2”, Nintendo menyebut dalam pengumuman resminya bahwa mereka sedang mengembangkan varian produk baru dengan kode model awalan “BEE”—kode yang telah diketahui merujuk pada generasi terbaru konsol tersebut, termasuk perangkat keras, game, dan aksesori. Versi yang memenuhi standar EU akan memiliki kode unik “OSM” yang tercetak pada kemasan, dan akan dipasarkan sebagai produk terpisah yang hanya tersedia di wilayah Eropa.
Penggunaan baterai yang dapat diganti ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan model sebelumnya yang dirancang dengan baterai terintegrasi. Keputusan ini tidak hanya memenuhi tuntutan hukum, tetapi juga menanggapi keresahan konsumen terhadap masa pakai perangkat yang terbatas akibat ketidakmampuan mengganti komponen inti.
Sementara itu, tidak ada indikasi bahwa Nintendo akan melanjutkan produksi konsol Switch generasi pertama, yang telah dirilis pada 2017. Perusahaan tampaknya fokus pada penuaan produk lama setelah meluncurkan Switch 2 pada 2025—versi yang membawa peningkatan besar pada ukuran layar, kapasitas penyimpanan dasar, dan performa grafis secara keseluruhan.
Hingga kini, Nintendo belum mengungkap harga maupun jadwal rilis pasti untuk varian baru ini. Baru-baru ini, pada Mei lalu, perusahaan telah menaikkan harga Switch 2 di Eropa dari €470 menjadi €500, dengan alasan kenaikan biaya memori dan perubahan kondisi pasar. Dengan kebijakan baterai ganti, kemungkinan besar konsumen Eropa akan mendapat nilai jangka panjang yang lebih baik, meski harga awalnya tetap menjadi pertimbangan utama.

















