Home Serba Serbi Tekno Until Dawn 2 Melangkah ke Hutan Tropis yang Menakutkan

Until Dawn 2 Melangkah ke Hutan Tropis yang Menakutkan

Sumbawanews.com,- Sony dan Firesprite mengumumkan sekuel resmi Until Dawn yang akan tiba di PlayStation 5 pada 2027, dengan latar baru yang lebih gelap dan lebih mematikan: sebuah pulau tropis terpencil yang tersembunyi di balik hujan lebat dan kabut tebal. Berbeda dengan versi asli yang berlatar gunung bersalju, sekuel ini mengganti dinginnya salju dengan panasnya hutan lebat, di mana setiap suara daun yang bergoyang bisa jadi tanda kematian.

Ceritanya mengikuti sekelompok pemuda yang berprofesi sebagai pemburu hantu, pemilik saluran paranormal yang baru saja mendapat kontrak besar dari jaringan televisi. Mereka dikirim ke pulau terpencil untuk merekam bukti kejadian supranatural—tapi yang mereka temukan jauh lebih mengerikan daripada hantu. Saat malam tiba, seorang pembunuh bertopeng dengan parang tajam muncul dari kegelapan, memotong kehidupan satu per satu dengan kekejaman yang tak terduga.

Seperti pendahulunya, Until Dawn 2 mempertahankan mekanik quick-time event yang menentukan nasib karakter—kesalahan kecil bisa berubah menjadi bencana berantai. Tapi kali ini, keputusan tak lagi hanya soal bertahan hidup. Hubungan antar anggota tim menjadi kunci utama: apakah Anda akan menyelamatkan anak babi kecil yang terperangkap, meski itu mengorbankan waktu perekaman? Apakah Anda akan membiarkan hubungan rahasia tetap berjalan, meski bisa menghancurkan kepercayaan kelompok? Bahkan percakapan sepele di tenda bisa memicu efek kupu-kupu yang mengubah seluruh alur cerita.

Firesprite, studio yang mengambil alih pengembangan setelah Supermassive Games mengalami reshuffle besar pada 2024, menekankan bahwa setiap momen kecil—senyuman, tatapan, atau diam yang terlalu lama—bisa menjadi titik balik menuju kengerian yang tak terduga. Trailer resmi yang dirilis mengingatkan pada nuansa klasik Cabin in the Woods: pasangan yang berciuman di hutan, lampu senter yang redup, dan suara langkah kaki yang tak terlihat. Semua elemen itu sengaja dipilih untuk membangkitkan rasa familiar sekaligus ketakutan yang baru.

Until Dawn, yang rilis pada 2015 dan menjadi cult classic, sempat melahirkan beberapa spin-off seperti The Inpatient dan Rush of Blood. Meski sekuel spiritualnya, The Quarry (2022), sukses secara komersial, banyak yang merasa kehilangan ketegangan dan kedalaman karakter yang menjadi ciri khas game aslinya. Sementara itu, Sony—yang sejak awal memegang hak cipta Until Dawn—telah mengembangkan film adaptasi dan remake pada 2025, menunjukkan komitmennya pada dunia ini.

Firesprite, yang dibentuk oleh mantan anggota Studio Liverpool—pengembang legendaris Wipeout—dibeli penuh oleh Sony pada 2021, kini menjadi garda terdepan dalam melanjutkan warisan Until Dawn. Dengan tim yang paham betul bagaimana membangun ketegangan psikologis dan visual yang menghantui, sekuel ini bukan sekadar lanjutan. Ini adalah perayaan ulang atas genre slasher modern, di mana hutan bukan hanya latar, tapi karakter itu sendiri—bernapas, menunggu, dan siap memakan siapa pun yang salah langkah.

Previous articleItalia Rayakan 80 Tahun Demokrasi Republik
Next articleXiaomi 17T Series Resmi Meluncur, Kamera Periskop Jadi Andalan