London, sumbawanews.com – Amnesty Internasional, Kamis (30/04) menyatakan, kekhawatiran serius terhadap keselamatan sekitar 175 aktivis yang ditahan secara sewenang-wenang dan diangkut ke Israel, setelah kapal mereka digeledah di perairan internasional dekat Yunani dan Israel memblokir saluran komunikasi mereka, sehingga memutus kemampuan mereka untuk berkoordinasi atau meminta bantuan.
Baca Juga: Italia, Jerman, Polandia, dan Yunani Minta Semua Pihak Hormati Hukum Internasional
Hal ini menggarisbawahi konsekuensi berbahaya dari impunitas selama beberapa dekade atas kejahatan keji Israel yang terus berlanjut terhadap warga Palestina, termasuk genosida di Jalur Gaza dan apartheid, serta pendudukan ilegal wilayah Palestina.
“Awak kapal yang dicegat harus segera dan tanpa syarat dibebaskan. Selama dalam tahanan, otoritas Israel harus memastikan bahwa semua aktivis segera diberikan akses ke dukungan konsuler, diperlakukan secara manusiawi, dan dilindungi dari penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya,” ujarnya. (Using)















