Jember,Sumbawanews.com – SMK PGRI 3 Tanggul menggelar jalan sehat yang diikuti warga bertempat di Alun-Alun Tanggul, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Kegiatan pagi itu menjadi bagian dari salah satu peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPSB) Tahun Ajaran 2026-2027, pada Minggu, 08-02-2026.b
Kegiatan ini diikuti Muspika Tanggul, beserta seluruh pelajar SMP, MTs se Kecamatan Tanggul, SMK PGRI 3 Tanggul dan peserta umum. Start dan Finish di depan Kantor Kecamatan Tanggul. Jumlah peserta yang ikut sekitar 2.500 (dua ribu lima ratus) dengan jarak tempuh 3 Kilometer

Dalam sambutannya, Camat Tanggul Farikhul Mashudi, puji syukur mengatakan, yang pertama memanjatkan puji syukur kepada Alloh Swt. “Kita panjatkan kepada Allah SWT, dan limpahan rahmad, karunianya untuk kita sekalian, dengan ucapan Alhamdulillah pada pagi hari ini kita semua masih diberi keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani,” katanya.
Dan dia juga tak lupa, menghatur Sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAw, “Sholawat serta salam kita curahkan pula kepada baginda Nabi Muhammad Saw, kami selaku Camat Tanggul mengucapkan terima kasih kepada Danramil Tanggul beserta jajaran Polsek Tanggul, dan juga Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Tanggul, beserta guru dan para stafnya,” ujarnya diawal sambutannya.

Camat Tanggul juga tak lupa menyapa para siswa-siswi pelajar SMP dan SMK PGRI 3 Tanggul, dan sekaligus peserta umum yang mengikuti jalan sehat. “Semoga kita semua mendapatkan amal ibadah hingga diakhir yaumil kiamah. Kegiatan jalan sehat hari ini menjadikan kekompakan dan bermanfaat,” pintanya.
Selanjutnya, Fahrikhul Mashudi menuturkan, bahwa dari perjalanan awal sampai akhir juga terjaga kekompakan dan keselamatannya dengan baik dan berjalan dengan tertib.
Dan sebelum diberangkatkan mari kita berdoa bersama. Dan sekaligus hitungan 1, 2, 3 secara simbolis pelepasan ratusan burung merpati,
Di tempat yang sama, Prasetiyo Handoko, S.T, sebagai Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Tanggul menyampaikan setinggi tingginya atas partisipasi masyarakat dinilai mencerminkan kepercayaan dalam publik terhadap SMK PGRI 3 Tanggul sebagai lembaga pendidikan vokasi yang terus berupaya menjaga kualitas dan relevansi pendidikan
Selain itu kata dia, dengan kebutuhan dunia kerja.Kepala SMK PGRI 3 Tanggul, bahwa jalan sehat dipilih sebagai medium sosial untuk memperkenalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kepada masyarakat yang secara lebih inklusif, melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat mengetahui kesiapan sekolah.
Dalam menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2026–2027, jelas Fahrikhul Mashudi, bahwa baik dari sisi program keahlian, fasilitas, maupun penguatan karakter siswa, Pendekatan sosial-kultural menjadi pilihan sekolah di tengah ketatnya persaingan antar-lembaga pendidikan. Jalan sehat dinilai mampu membangun kedekatan emosional antara sekolah dan masyarakat yang ada di Kecamatan Tanggul.
Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Tanggul juga menyampaikan pesan bahwa sekolah hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial warga. Selain kegiatan olahraga, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize, antara lain Kambing, Mesin Cuci, Dispenser, Kipas Angin, Kulkas, serta hadiah hiburan lainnya,”pungkasnya.
Dibtempat yang sama, Camat Tanggul, Farikhul Mashudi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai jalan sehat tidak hanya untuk berfungsi sebagai sarana promosi pendidikan, tetapi juga mampu untuk menggerakkan dalam perekonomian.
Dan warga juga memiliki semangat dengan antusias yang sangat tinggi yaitu adalah gemar olahraga.“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada SMK PGRI 3 Tanggul, dalam acara kegiatan ini berdampak langsung bagi UMKM di sekitar lokasi,” ucapnya.
Disamping itu kata dia, ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat dan ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter generasi muda.
Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penanaman nilai etika, akhlak, dan sikap bermasyarakat ke depan.
Pemerintah Kecamatan Tanggul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak siswa dan guru. Dari jenjang SMP maupun MTs di wilayah sekitar, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,”Tambah Farikhul
(Indra)

















