Home Berita Opini Gas Subsidi 3Kg Hadir Sebagai Berkah atau Bencana

Gas Subsidi 3Kg Hadir Sebagai Berkah atau Bencana

Oleh: Hendro Aljamis 

Ketua PC PMII Sumbawa

Coba kita berfikir dan refleksikan Kembali, bagaimana kebiasaan masyarakat pada umumnya ketika apa-apa masih bersifat tradisional, khususnya urusan masak-memasak.

Masyarakat masih menggunakan kayu bakar, dengan peralatan seadanya. Namun hari ini, kita sudah jarang melihat masyarakat, khususnya di kabupaten sumbawa.

Inilah awal mula masalah yang kita ributkan hari, yaitu Program konversi minyak tanah ke gas elpiji (LPG) 3 kilogram pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 oleh pemerintah Indonesia, sebagai upaya untuk menggantikan penggunaan minyak tanah bersubsidi dengan gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Semenjak adanya Gas semua masyarakat beralih menggunakan yang namanya Gas, memang praktis dan gampang, tetapi semua ada positif dan negatifnya. Masyarakat mulai ketergantungan menggunakan Gas, dan disinilah awal mula bencana Gas datang.

Masyarakat sengaja digiring menggunakan Gas, sehingga masyarakat di buat nyaman dan terlena dengan adanya Gas, tetapi naifnya sekarang, masyarakat di permainkan dan dijadikan bahan permainan para elit dan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Permasalahan gas hari ini tidak sesederhana itu, mulai dari kelangkaan barang, harga, hingga pangkalan dan pengecer yang bermain curang. Kami beranggapan bahwa pemerintah setengah hati dalam mengurus permasalahan ini, karena sampai dengan detik ini, tidak ada titik terang yang di berikan kepada masyarakat.

Sehingga menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah mulai menurun, memang pemerintah sudah berupaya untuk menanggulangi masalah ini, mulai dari membentuk Satgas dan Call Center yaitu layanan digital Lapor Gas Kabupaten Sumbawa.

PC PMII Sumbawa dari dulu sudah menyuarakan dan menulis terkait tentang permasalahan Gas yaitu ” Perangi dan Penjarakan Mafia- Mafia Gas di Kabupaten Sumbawa”.

Tetapi sampai hari ini mafia masih merajalela bergerak dengan leluasa dan mempersulit masyarakat Sumbawa.

Satgas bukan di buat untuk sebagai lambang dan peredam masyarakat, tetapi hadirnya satgas harus bisa memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Satgas harus turun melihat realita yang terjadi, bukan hanya terima laporan saja, turun ke masyarakat tanya mereka semua, bagaimana terkait permasalahan gas, data berapa pangkalan, identifikasi pangkalan yang bermain curang.

Ini menyangkut hak masyarakat banyak yang tidak bersalah, masyarakat sudah miskin, jangan mempersulit dan susahkan mereka dengan masalah-masalah ini. Pemerintah dan seluruh stick holder terkait harus bertanggung jawab dengan ini, mereka memilih kalian menjadi pemimpin supaya mereka punya tempat mengadu dan minta tolong, ketika sewaktu-waktu ada permasalahan yang terjadi.

Kami PC PMII Sumbawa akan tetap mengkawal permasalahan ini sampai tuntas, kami juga berharap kepada pemerintah untuk serius dalam menyelesaikan permasalah ini. Tangkap semua mafia-mafia Gas 3kg, Jangan takut mengambil keputusan kalo mereka salah tangkap saja, rakyat akan selalu bersama kalian.

Hidup Mahasiswa…!

Hidup Rakyat Indonesia…!

Salam Pergerakan…!

Previous articlePanglima TNI Buka Open Tournament Lomba Menembak Piala Panglima TNI 2025
Next article15 Negara Ikuti Military Attache Tour 2025 Ke Jogjakarta dan Magelang
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.