Home Berita Kuli Farm Beri Edukasi Pengolahan Sampah di Desa Pasir Putih

Kuli Farm Beri Edukasi Pengolahan Sampah di Desa Pasir Putih

Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Setelah berhasil melakukan kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik di Desa Benete, kali ini Kelompok Usaha Lestari atau biasa di kenal dengan Kuli farm terus memberikan dampak yang lebih luas lagi dengan melakukan kegiatan di Desa yang berbeda.

Baca Juga: Kurangi Beban TPA, Kirana Retreat Olah Sampah Langsung dari Sumber

“Kali ini kegiatan kami lakukan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, selain rumah tangga yang menjadi sasaran. Desa Pasir Putih juga merupakan kawasan perhotelan. Sehingga kami memandang perlu kita lebatkan dalam pengangan sampah organik dari Sumbernya,” jelas alimuddin pegiat lingkungan di kecamatan Maluk, Kamis (17/07).

Menurutnya, kegiatan kali ini mendapat respon positif dari peserta pelatihan mulai dari pemerintah, dan juga masyarakat.

“Ada peserta yang sudah lama ingin budidaya maggot untuk kebutuhan pakan ternak sendiri tapi belum begitu paham mau mulai dari mana dulu. Alhamdulillah dari yang belum paham sedikit tidak mulai mengerti tentang budidaya maggot tersebut,” ungkapnya.

Dalam pemaparan awal, Ia juga menjelaskan tentang tata kelola persampahan yang ada di kabupaten Sumbawa barat, khususnya di Kecamatan Maluk belum ideal sesuai dengan aturan atau amanat undang-undang tentang persampahan.

“Seharus lima tahun setelah undang-undang no. 18 tahun 2008 tentang persampahan, TPA sistim atau praktik open damping itu wajib namun aplikasi di lapangan masi banyak yang menerapkan sistim tersebut termasuk TPA Kecamatan Maluk. Belum ada upaya yang kongkrit, mengingat kecamatan maluk merupakan daerah kawasan industri, maka di pandang perlu adanya penanganan sampah yang lebih bertanggung jawab,” paparnya.

Melalui kegiatan tersebut harapannya semakin banyak pihak yang mengelola sampah sampah dari sumbernya, sehingga tidak selalu menjadi beban bagi pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

“saat ini sistim penanganan sampah kita masi dengan sistim jemput, angkut, dan buang. Ini hanya memindahkan satu masalah dari depan mata kita ke masalah lingkungan baru yaitu ke TPA. Maka perlu kerja sama berbagai bidang, mulai dari sumber penghasil sampah, comunitas, akademisi, pihak swasta, pemerintah dan lainnya, mengambil peran masing-masing. Sehingga bisa mencapai tata kelola persampahan yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot yang dilakukan merupakan salah satu dari sekian banyak metode penangan sampah yang bisa dilakukan skala rumah tangga. (Al)

Previous articleLanud Sultan Hasanuddin Bekali Siswa Baru SMA Angkasa Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
Next articlePerkokoh Kemanunggalan, Babinsa Koramil 1710-04/Tembagapura Gelar Komsos Bersama Warga Binaan
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.