Sumbawanews.com,- Samsung Electronics mencatatkan laba operasional tertinggi sepanjang sejarah industri teknologi global pada kuartal ketiga 2026, melonjak lebih dari 780 persen menjadi 107,44 triliun won (sekitar Rp 1,4 kuadriliun). Kenaikan drastis ini didorong oleh permintaan masif chip memori untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang memicu kelangkaan global dan kenaikan harga komponen kritis. Pendapatan perusahaan juga melonjak 127 persen menjadi 195,25 triliun won (sekitar Rp 2,6 kuadriliun), sementara laba bersih naik 515 persen ke level 75,15 triliun won (sekitar Rp 1 kuadriliun). Capaian ini menjadikan Samsung sebagai perusahaan Korea Selatan pertama yang tembus rekor laba operasional di atas 100 triliun won dalam satu kuartal.
Divisi Device Solutions, yang mengelola bisnis semikonduktor, menyumbang porsi terbesar dengan pendapatan 147,1 triliun won dan laba operasional mencapai 106,5 triliun won. Lonjakan permintaan berasal dari penyedia layanan cloud berskala besar yang memperluas pusat data AI, sehingga memperparah ketimpangan pasokan chip memori. Kinerja ini sejalan dengan laporan pesaing SK Hynix Inc., yang juga mencatat pertumbuhan signifikan. Kedua perusahaan memprediksi krisis pasokan akan berlanjut hingga tahun fiskal 2027, meredakan kekhawatiran pasar atas perlambatan sektor AI.
Di sisi lain, bisnis ponsel pintar mengalami tekanan, dengan kerugian operasional sebesar 0,6 triliun won akibat kenaikan biaya produksi dari harga chip yang melambung. Meski demikian, Samsung optimistis akan pemulihan pada kuartal keempat, didukung peluncuran perangkat flagship baru seperti Galaxy S26 series, Galaxy Z Fold8, dan Z Fold8 Ultra. Sementara itu, bisnis panel layar menyumbang laba operasional 1,1 triliun won dari pendapatan 8 triliun won.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja luar biasa ini, Dewan Direksi Samsung menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 30 triliun won (sekitar Rp 406,1 triliun) kepada pemegang saham, atau sekitar 4.601 won per lembar saham. Respons pasar pun positif, dengan saham Samsung menguat 2 persen pada perdagangan di Bursa Korea.















