Sumbawanews.com,- Konsumen sering mengandalkan kapasitas memori dan RAM saat memilih HP Android murah, tetapi teknologi penyimpanan yang digunakan justru menentukan kecepatan akses data—faktor yang kerap diabaikan.
Berdasarkan analisis, dua jenis penyimpanan utama di ponsel murah adalah Universal Flash Storage (UFS) dan embedded MultiMediaCard (eMMC). UFS mampu membaca dan menulis data secara bersamaan, sehingga memberikan respons lebih cepat saat membuka aplikasi, memindahkan file, atau memuat game. Sementara itu, eMMC hanya bisa menjalankan satu proses sekaligus, menyebabkan keterlambatan dalam operasi sehari-hari.
Contoh nyata terlihat pada Redmi 15C yang menggunakan eMMC 5.1, sementara Samsung Galaxy A17 5G dan Redmi Note 14 memakai UFS 2.2 meski berada di segmen harga serupa. Hal ini menunjukkan bahwa dua ponsel dengan spesifikasi kapasitas memori sama bisa memiliki performa sangat berbeda hanya karena perbedaan teknologi penyimpanan.
Meski eMMC tidak otomatis membuat ponsel lambat dalam semua aktivitas, performa keseluruhan tetap dipengaruhi oleh prosesor, RAM, dan optimasi sistem operasi. Para ahli menyarankan konsumen untuk tidak hanya memperhatikan angka GB pada spesifikasi, tetapi juga memeriksa jenis penyimpanan sebelum membeli, terutama jika ponsel akan digunakan untuk multitasking atau menyimpan file besar.
Permintaan global terhadap komponen memori untuk kebutuhan AI juga turut memengaruhi pasokan NAND flash dan DRAM, namun dampaknya pada harga HP murah di Indonesia bergantung pada kebijakan masing-masing produsen dan kondisi pasar lokal.















